NGERI ! Ada Mata Luka di Masing-masing Jenazah, Ini Hasil Autopsinya

 Jum`at, Tanggal 14-09-2018, jam 10:03:36
ILUSTRASI/NET

MUARA TEWEH- Pihak kepolisian menemukan adanya fakta baru yang terungkap, terkait misteri di balik kematian bayi dan kedua orang tuanya di Muara Teweh. Polisi menemukan adanya indikasi keluarga kecil itu dibunuh, sebelum dibakar. Hal itu diperkuat dengan ditemukan sejumlah mata luka akibat kekerasan senjata tajam pada tubuh Dominikus Jehatu alias Domi, Imel, dan anaknya Apriliano, yang masih berusia empat bulan.

Fakta tersebut didapat setelah dilakukan autopsi oleh dokter forensik dr Ricka Brilianty bersama tim di RSUD Muara Teweh, kemarin siang (13/9).

“Dugaan sementara, korban dibunuh terlebih dahulu lalu dibakar. Ada bekas-bekas bacokan dan tusukan. Terlihat ada unsur kesengajaan menghilangkan nyawa (sekeluarga, red),” ujar Kapolres Batara AKBP Dostan M Siregar, melalui Kasatreskrim AKP Samsul Bahri, usai mengikuti autopsi yang berlangsung selama 120 menit itu. Ada mata luka di masing-masing jenazah.

Pada jasad Domi, ditemukan mata luka di tengkuk leher. Istrinya mengalamii luka bacok di paha dan di leher. Kemudian pada bayi Apriliano ada luka tusukan.

Selebihnya, terkait berapa mata luka dan titik mata luka, kepolisian belum bisa membeberkan. Pasalnya, laporan resmi atau tertulis dari tim forensik belum diterima.

“Detail terkait ada berapa mata luka, masih menunggu hasil resmi dari dokter forensik. Untuk luka bakar pada ketiga korban, sudah hampir 100 persen,” katanya.

Langkah yang dilakukan pihak kepolisian agar cepat mengungkap tabir kematian sekeluarga itu, pihaknya akan kembali melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim INAFIS Polda Kalteng. Tujuannya, untuk mencari petunjuk dan bukti yang mengarah kepada pelaku.

Dari keterangan saksi yang juga keluarga korban, kecurigaan itu muncul ketika mayat diangkat dari barak nomor 6 yang dihuni korban. Sempat melihat posisi sang suami tengkurap, sedangkan istrinya pada posisi telentang. Kepala mereka saling berdekatan. Tapi berlawanan arah. Tidak sewajar ketika orang sedang tidur, yang biasanya berdampingan.

Sedangkan, bayi yang masih berusia 4 bulan itu, berada di dekat kaki ibunya. Mayat ketiganya ditemukan di kamar depan.

Saat kebakaran, hanya kamar depan yang terbakar, sedangkan kamar belakang tidak ikut terbakar. Termasuk ruang tengah. Atap barak juga tidak terbakar, termasuk dinding juga masih utuh.(dad/ce/ram)

Berita Terkait