Rabu, 14-02-2018 jam, 12:49:47

Bangun sinergitas BNNK Rapat Koordinasi

Bangun sinergitas BNNK Rapat Koordinasi
Kepala BNNK, M Soedja’i bersama Kabid Rehabilitasi BNNP Kalteng, Dorce Sanda saat menggelar rapat koordinasi tingkat kabupaten dan kota, kemarin. // BNNK FOR KALTENG POS

PALANGKA RAYA - Perang melawan penyalahgunaan narkoba dan memaksimalkan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba adalah upaya besar yang tidak mudah. Menanggapi hal ini Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Palangka Raya menyadari bahwa upaya ini tidak dapat dilakukan sendiri, sehingga perlu adanya bantuan dari para stakeholder dan kemitraan terkait serta dukungan pemerintah daerah guna mendukung kebijakan advokasi terkait tiga poin tersebut

“Dalam meningkatkan upaya tersebut, BNNK Palangka Raya melaksanakan rapat koordinasi dengan lingkungan jajaran pemerintah dan lembaga yang ada lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya. Karena kita ingin mensinkronisasikan program kerja BNNK dengan dinas dan instansi teknis terutama mengenai pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu dan tentang adanya TAT di BNNK sendiri,” jelas Kepala BNNK, M Soedja’i, kemarin.

Lebih lanjut, Soedja’I menegaskan, kalau di 2018 ini pihaknya memiliki target layanan rehabilitasi sebanyak 50 orang dengan rincian; rawat jalan sosial 20 orang, rawat inap sosial 10 orang dan rawat jalan puskesmas 2o orang. Untuk memenuhi target tersebut, maka sangat diperlukan koordinasi untuk sama-sama membantu program tersebut.

“Hasil dari koordinasi ini adalah menghasilkan tempat-tempat rehabilitasi milik instansi pemerintah dan masyarakat yang siap menampung penyalahguna atau pecandu narkoba yang ingin direhabilitasi,” tukasnya.

Selain itu, tahun ini terdapat pembentukan Tim Asesmen Terpadu (TAT)  di BNNK Kota Palangka Raya terdiri dari tim medis dan tim hukum yang telah ditetapkan pimpinan satuan kerja setempat berdasarkan surat keputusan BNN dan BNN Provinsi.

“Tugas TAT ini untuk melakukan asesmen dan analisis medis, psikososial serta merekomendasikan rencana dan rehabilitasi seseorang yang ditangkap atau tertangkap tangan dalam kaitannya peredaran gelap narkotika dan penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Rapat koodinasi ini tampak dihadiri 15 orang peserta yang berasal dari Dinkes, Kejaksaan Negeri, Kemenkumham, Dinsos, Polres, Puskesmas Menteng dan Panarung. (pri/b-5/iha)