Rabu, 14-02-2018 jam, 05:15:29

Dua Sejoli Ditemukan Bermesraan di Atas Motor

Dua Sejoli Ditemukan Bermesraan di Atas Motor
Anggota Satpol PP Damkar Sukamara ketika membina dua orang yang kedapatan pesta minuman alkohol jenis arak, baru-baru ini. //RID/KALTENG POS

SUKAMARA –Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar), rutin melaksanakan patroli malam dan siang hari.  Hal tersebut dilaksanakan agar Sukamara kondusif dan jauh dari tindakan asusila.  Waktu itu patroli dilakukan oleh regu satu pada Senin (12/2) sekitar pukul 21.00 malam, kata Iwan Miraza. Biasanya, patroli dilaksanakan di daerah-daerah yang memang dianggap rawan, yang kerap  menjadi tampat nongkrong remaja. Saat regu satu menyisir ke lokasi tersebut, akhirnya ditemukan  dua remaja yang mencurigakan. “Karena dua remaja  itu duduk di tempat sepi dan gelap, jadi kami periksa. Setelah kami periksa, terdapat sebotol minuman mineral yang isinya diganti dengan arak,” ungkapnya.

Setelah mendata dan meberikan peringatan kepada kedua remaja tersebut, patroli kembali dilanjutkan ke wilayah Jembatan Jelai. Ternyata,  Satpol PP menemukan dua sejoli sedang bermesraan di atas kendaraan roda dua. Anggota Satpol PP yang bertugas patroli saat itu, langsung menghampiri dan menegur keduanya, supaya tidak berpacaran di tempat sepi.

“Karena waktu saat itu sudah menunjukkan sekitar pukul 23.00 malam. Sebab, selain rawan terjadi tindak asusila juga dikhawatirkan terjadi kriminalitas. Jadi untuk mengantisipasi hal itu terjadi, kedua remaja didata dan kami tegur secara lisan, apabila mengulangi kembali maka akan dilakukan tindakan secara tegas,” pungkasnya.

Dua remaja lainnya ditemukan sedang meminum minuman yang mengandung alkohol. Kepala Satpol PP Damkar Sukamara, Iwan Miraza, menjelaskan,  dua  remaja lelaki yang ditemukan meminum alkohol jenis arak ini masih berstatus pelajar. Keduanya ditemukan di sekitar Masjid Agung Kabupaten Sukamara.

“Kami lakukan pendataan dan pembinaan kepada kedua remaja tersebut. Supaya tidak mengulangi lagi perbuatannya. Memang tidak kami bawa ke kantor, hanya kami tegur secara lisan saja. Setelah itu kami perbolehkan untuk pulang kerumahnya masing-masing,” ucapnya kepada Kalteng Pos, Selasa (13/2).(rid/aza/dar)