Sabtu, 10-02-2018 jam, 06:10:27

Empat Kali Jarah Kebun Plasma, Akhirnya Dicokok Polisi

Empat Kali Jarah Kebun Plasma, Akhirnya Dicokok Polisi
Kapolsek Bulik Ipda Jadiman (kiri) menunjukan tersangka Sudarto (tengah), Jumat (9/2) karena telah melakukan pencurian buah kelapa sawit. //GALIH/KALTENG POS

NANGA BULIK-Aksi tersangka Sudarto (39) terhenti setelah berulang kali melakukan pencurian buah kelapa sawit di lahan Koperasi Plasma Karya Jaya II di Desa Mukti Manunggal Menthobi Raya. Tersangka Sudarto merupakan warga Mukti Manunggal Kecamatan Menthohi Raya Kabupaten Lamandau, akhirnya dicokok polisi.

Kapolres Lamandau AKBP Andika K Wiratama melalui Kapolsek Bulik Ipda Jadiman mengatakan, penangkapan terhadap tersangka Sudarto dilakukan tim gabungan dari Intel Polres Lamandau dan Reskrim Polsek Bulik. Setelah ada laporan dari pihak Koperasi Plasma Karya Jaya II sering pencurian di kebun dan penyelidikan dilakukan, terungkap pencurian dilakukan tersangka seorang diri.

"Tersangka Sudarto diamankan Kamis (8/2) pukul 12.00 Wib di kediamannya bersama barang bukti buah kelapa sawit," ujar Jadiman di wawancarai di ruang kerjanya, Jumat (9/2).

Jadiman mengungkapkan, saat ditangkap tersangka Sudarto sempat tidak mengakui dan berdalih buah kelapa sawit milik pamannya. Namun dengan penyelidikan mendalam dan mencocokan bukti-bukti, akhirnya tersangka tidak bisa lagi menghindari.

"Tersangka Sudarto mengakui telah melakukan aksi pencurian sebanyak empat kali di lokasi Koperasi Plasma Karya Jaya II yang tempat di belakang rumah tersangka, yakni Blok VII Afdeling OO," jelas Jadiman.

Pencurian dilakukan rentan waktu Januari 2018 dan terakhir beraksi Rabu (7/2) dimana buah kelapa sawit sudah di dalam rumah dan sempat berdalih milik pamannya ternyata di cek ke lokasi dalam kondisi banjir, sehingga tidak mungkin melakukan pemanenan. Selain tersangka juga diamankan barang bukti 64 janjang buah kelapa sawit dan setiap beraksi dari mendapatkan 50 hingga 70 janjang."Tersangka dikenakan pasal 363 ayat ke 5 ayat pasal 65 ayat 1 ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara," tegas Jadiman.

Tindakan tersangka Sudarto sudah meresahkan dan beraksi sendiri, bahkan  tersangka pernah ditahan Polres Lamandau dengan perkara perkelahian. Kini guna pertanggungjawabkan perbuatannya tersangka Sudarto mendekam dibalik jeruji besi Polsek Bulik dan jalani proses hukum yang berlaku.

Sementara tersangka Sudarto mengakui perbuatannya dan mengatakan menyesal telah melakukan pencurian. Kini dirinya pasrah untuk bertanggungjawab dengan menjalani proses hukum."Saya menyesal pak dan tidak lagi mencuri," singkatnya.  (alh/ala/dar)