Selasa, 13-02-2018 jam, 09:36:25

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir

Jaringan Pipa Terbengkalai, Air Tak Mengalir
Salah satu bangunan Bor Program Pamsimas Anggaran 2016-2017 Kementerian PUPR di Desa Natai Raya. //KOKO SULISTYO/KALTENG POS

Berharap Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dapat mengatasi kesulitan air bersih bagi warga terutama pada saat musim kemarau, namun program Kementerian PUPR tahun anggaran 2016 - 2017 tak kunjung rampung hingga 2018.

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

SECARA geografis Desa Natai Raya, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat (Kobar), berada di dataran tinggi sehingga mengakibatkan wilayah ini kerap mengalami kesulitan dalam pengadaan air bersih, hal ini juga dialami oleh beberapa RT di Kelurahan Baru seperti RT 30 hingga 33 yang berdekatan dengan Desa Natai Raya. Sehingga Desa Natai Raya terpilih menjadi salah satu desa yang menerima program Pamsimas. Sayangnya, pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakatnya (Pamsimas), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Desa Natai Raya.

Informasi masyarakat Desa Natai Raya kepada Kalteng Pos, permasalahan proyek senilai Rp245 juta itu muncul antara lain karena program dari kementerian ini dinilai tidak berjalan efektif, pembangunan tidak sesuai perencanaan dan hal itu dibuktikan dengan terbengkalainya saluran pipa air di RT 4 dan belum mengalirnya air dari bangunan sumur bor yang dibangun tak jauh dari Kantor Desa Natai Raya.

Warga juga menuding bahwa proyek yang seharusnya dilaksanakan secara swakelola tersebut dikerjakan oleh rekanan atau pihak ketiga. " Kalau proyek itu tidak ada masalah kenapa sampai sekarang belum selesai dan pemasangan jaringan pipa terkesan terbengkalai," kata salah seorang warga yang tidak mau disebutkan identitasnya, Jumat (9/2).

Warga lainnya juga mengatakan hal serupa proyek yang dikerjakan melalui anggaran APBN 2016 - 2017 itu dalam pelaksanaannya tidak pernah dikoordinasikan dengan warga, sehingga tiba-tiba saja sudah ada proyek atau bangunan proyek yang dikerjakan. Bahkan dalam perjalanannya warga justru diminta untuk melakukan penggalian dan penimbunan saluran jaringan secara sukarela.

 

"Tentu saja warga menolak karena proyek itu kan ada anggarannya, sampai sekarang juga bisa dilihat apakah sudah ada mesin pompanya, sepertinya belum ada hanya ada bangunan towernya," kata Imam Salah satu warga setempat.

Terpisah, Kepala Desa Natai Raya Masirin saat dikonfirmasi Kalteng Pos di ruang kerjanya membantah bahwa proyek Pamsimas dari Kementerian PUPR tersebut bermasalah, walaupun ia mengakui bahwa proyek tersebut mendapat kendala dengan belum terpasangnya jaringan pipa ke keran-keran yang rencananya dipasang di beberapa titik. Selain itu, pihaknya juga terkendala oleh belum adanya jaringan listrik yang terpasang."Kalau ada masalah saya kira engga yah, tapi kita akui bahwa jaringan belum terpasang dan listrik untuk operasional sumur bor belum ada," bantahnya.

Ia juga membantah bahwa proyek dikerjakan oleh rekanan tetapi proyek itu dilaksanakan secara swakelola oleh warga, dan kepala pengerjaannya (kepala tukang) dipegang oleh warga RT 09. Saat ditanyakan kenapa proyek Pamsimas yang berdasarkan plang proyek yang harusnya dikerjakan tahun anggaran 2016-2017 belum selesai dikerjakan hingga saat ini, Masirin berdalih tidak mengetahui karena semua yang memegang Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta gambarnya adalah PPK sehingga ia tidak mengetahui secara persis.

Ia menjelaskan, sejatinya dalam perencanaan pembangunan Pamsimas nantinya dapat melayani kebutuhan air bersih beberapa rukun tetangga seperti di RT 4 dan RT 5, karena setiap kemarau dua RT tersebut yang sering kekurangan air. Direncanakan pipa jaringan akan dibangun sepanjang 1,6 kilometer. "Rencananya nanti jaringan pipa akan dipasang sepanjang 1,6 kilometer, kalau ingin tahu lebih banyak nanti ke PPK aja tapi sekarang orangnya sedang sakit," ujarnya. (ala/dar)