Selasa, 13-02-2018 jam, 06:32:21

Merasa Dizalimi, 2M Gugat ke Panwaslih

Merasa Dizalimi, 2M Gugat ke Panwaslih
H Muhammad Mawardi-H Muhajirin

TIDAK diloloskannya pasangan calon H Muhammad Mawardi-H Muhajirin (2M) dalam Pilkada Kapuas, cukup mengejutkan banyak kalangan. Khususnya para pendukung dan simpatisan 2M. Mawardi pun mengaku gagal paham atas putusan pleno KPU Kapuas, Senin (12/2). Terlebih, dalam pleno kemarin, KPU tidak menyampaikan apa yang menjadi kekurangan pihaknya dalam pendaftaran.

“Kami tidak tahu dasar yang jelas atas putusan KPU Kapuas. Selama proses pendaftaran, tidak pernah ada kekurangan data dan persyaratan. Itu fakta. Kalau ditolak, bacakan dong putusannya,” kata Mawardi saat dihubungi Kalteng Pos, Senin malam (12/2).

Terlebih, lanjut dia, dari awal persyaratan pencalonan, 2M sudah dinyatakan lengkap. Terakhir, lanjut dia, dalam perbaikan berkas sebelumnya, yang diminta hanya legalisir ijazah dan itu sudah dipenuhi.  “Ini kezaliman luar biasa terhadap 2M dan dilakukan tanpa tadeng aling-aling. Tetapi 2M pantang menyerah dalam menghadapi masalah kasus ini,” tegasnya.

Menurut Mawardi, jika yang dipersoalkan adalah SK DPC PBB, dasarnya sudah ada penjelasan dari pusat. “Seharusnya, kalau dinyatakan tidak lengkap, disampaikan dari awal,” tegasnya.

Mestinya, lanjut Mawardi, KPU menjadi pengawal demokrasi. “Bukan justru melakukan kejahatan seperti ini,” kata bupati Kapuas periode 2008-2013 itu.

Demokrasi, lanjut dia, merupakan pemilihan pemimpin yang terbaik. “Bukan memberikan sesuatu yang tidak ada pilihan kepada rakyat. Saya yakin masyarakat paham dengan terjadinya kezaliman ini,” beber dia.

Terkait putusan pleno KPU kemarin, Mawardi memastikan 2M akan menempuh jalur hukum melalui Panwaslih Kabupaten Kapuas. Bahkan pihaknya juga akan mempelajari, apakah ada unsur pidana yang dilakukan KPU Kapuas. “Kalau ada unsur pidana, kami akan meneruskan kasus ini ke kepolisian,” ujar Mawardi.

Tidak sampai di situ, pihaknya juga akan meneruskan kasus tersebut ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), karena dinilai ada pelanggaran etik yang dilakukan KPU Kapuas. Kendati merasa dizalimi, Mawardi meminta kepada pendukung dan simpatisan 2M, untuk tetap bersikap tenang, sabar dan elegan. “Kita serahkan sepenuhnya kepada tim advokasi atas pelanggaran-pelanggaran dan kezaliman dari KPU Kapuas,” pintanya. (ram/ens/dar)