Sabtu, 10-02-2018 jam, 10:08:26
Pemkab Pulang Pisau

Pengelola Akun Medsos Dipanggil Polisi

Pengelola Akun Medsos Dipanggil Polisi
Admin kedua akun Medsos Paslon Bupati dan Wabup Pulpis saat melakukan penandatangan surat pernyataan untuk menjaga suasana Kamtibmas yang disaksikan langsung oleh Kapolres Pulpis, AKBP Dedy Sumarsono SIK di halaman Mapolres Pulpis, Jumat (9/2). // BADARUDIN/KALTENG POS

PULANG PISAU – Polres Pulang Pisau (Pulpis) memanggil pengelola akun Media Sosial (Medsos) Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Pulpis, Edy-Taty dan Idham-Jaya. Di mana, pemanggilan pengelola akun Medsos kedua Paslon tersebut dalam rangka menjaga suasana Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjelang Pilkada.

Pasalnya, Medsos belakangan ini sudah menjadi sarana yang kurang kondusif. Sebab, aksi saling hujat antara masing-masing pendukung Paslon telah menjadi konsumsi publik di dunia maya.

Ditambah lagi, munculnya beberapa akun facebook yang diduga menggunakan identitas palsu. Sehingga membuat suasana di Medsos menjadi semakin ramai.

Bahkan, aksi saling lapor antara pendukung Palson dengan dugaan pencemaran nama baik juga sempat ditangani oleh Polres Pulpis. Namun, laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap pendukung salah satu Paslon itu dimediasi oleh Polres dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan dengan cara kekeluargaan.

Kapolres Pulpis, AKBP Dedy Sumarsono SIK mengatakan, pemanggilan kedua tim pengelola akun Medsos Paslon tersebut untuk mencegah terjadinya selisih paham antara masing-masing pendukung Palson terutama di Medsos. Bahkan, lanjut dia, kedua belah pihak juga telah sepakat untuk menjaga Kamtibmas menjelang Pilkada dengan menandatangani surat pernyataan.

“Dalam surat pernyataan ada enam poin yang telah disepakati oleh masing-masing admin Medsos kedua Paslon,” kata Dedy, kemarin (9/2).

Ia menambahkan, dalam poin pertama admin Medsos kedua pendukung Paslon sepakat untuk menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif sebelum, selama atau sesudah berlangsungnya pelaksanaan Pilkada di wilayah Kabupaten Pulpis. Kedua belah pihak juga sepakat untuk tidak menyebarluaskan informasi atau konten yang memuat hate speech atau ujaran kebencian dan unsur yang mengandung SARA di Medsos.

“Kemudian kedua admin juga sepakat untuk tidak menyebarluaskan pemberitaan palsu atau hoax,” ujar dia.

Kapolres mengungkapkan, kedua belah pihak juga menyatakan kesanggupan dan bersedia diproses secara hukum jika terbukti melanggar pernyataan. Dedy berharap, surat pernyataan yang sudah ditanda tangani tersebut harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin oleh kedua belah pihak.

“Agar, jalannya proses pesta demokrasi di Kabupaten Pulpis berlangsung aman dan kondusif,” ungkap Kapolres.

Di tempat sama, Kasat Reskrim Polres Pulpis, AKP Edia Sutaata menyebutkan, pihaknya sudah melakukan kerjasama dalam hal menelusuri sejumlah akun Medsos yang diduga palsu. Di mana, saat ini tim sudah menyebar.

“Jadi untuk akun-akun facebook yang digunakan dengan identitas yang diduga palsu itu juga akan ditindak secara tegas jika terbukti melanggar aturan dan ketentuan hukum yang berlaku,” tandasnya. (bad/ala/iha)