Senin, 12-02-2018 jam, 07:48:00

Tuntaskan Persoalan 3 Bangunan SMK yang Mangkrak

Tuntaskan Persoalan 3 Bangunan SMK yang Mangkrak
Kondisi SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit dikelilingi semak belukar. //GALIH/KALTENG POS
Lidan : Bijak Menyikapi, Gunakan Sesuai Tujuan Awal Dibangun

NANGA BULIK–Mangkraknya tiga bangunan SMK di Kabupaten Lamandau disesalkan semua pihak, khususnya SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit Lamandau. Karena sejak selesai dibangun hingga sekarang belum dimanfaatkan dan justru mangkrak tanpa ada perhatian. Anggota DPR RI Rahmat Nasution Hamka mengatakan, masalah tersebut harus dicarikan solusi terbaik oleh Pemprov Kalteng, karena kewenangan sudah ada di Pemprov untuk SMA sederajat. Sehingga sarana yang ada dapat dimanfaatkan dan digunakan dengan baik untuk pendidikan. “Kita harapkan segera dijadikan perhatian dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng dapat segera tindaklanjuti,” kata Rahmat Hamka, Minggu (11/2).

Sementara mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Lamandau, Lidan Hoder menegaskan, dirinya juga kecewa dengan terbengkalainya bangunan SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit. Padahal saat itu sekolah tersebut dirancang untuk berkerja sama dengan perusahaan membina siswanya. “Sebenarnya itu dibangun untuk ciptakan tenaga kerja handal Lamandau. Makanya dibangun sarana yang lengkap dan sudah selesai dibangun,” ujar Lidan, kemarin.

Bahkan, kata Lidan awalnya sudah disiapkan juga untuk ada asrama dan menerima siswa setiap tahunnya hanya 40 siswa saja. Namun belum beroperasi, adanya kebijakan kewenangan SMA/SMK ke provinsi jadi diserahkan ke provinsi.  “Bangunan tersebut dibangun melalui APBD Lamandau Tahun 2016, kalau tidak salah senilai Rp3 miliar lebih totalnya,” ungkap Lidan.

Lidan meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau dan Pemprov Kalteng dapat menuntaskan persoalan yang ada terkait terbengkalainya sekolah tersebut. Jangan sampai bangunan yang sudah dibangun dengan baik dan dana miliaran ini jadi mubazir. “Saya harapkan dari pemerintah untuk bijak menyikapi hal tersebut, agar sekolah harus digunakan sesuai tujuan awal dibangun,” jelasnya.

 

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lamandau, Meigo menyatakan itu sudah kewenangan dari pemprov dan sudah diserahkan sepenuhnya. Sehingga untuk dioperasikan adalah kebijakan dari pemprov.  “Kita tidak bisa anggarkan untuk pemeliharaan atau pembersihan lokasi sekolah, karena tidak lagi di kita kewenangannya,” tegasnya. Pantauan Kalteng Pos di lokasi bangunan SMK Kehutanan dan SMK Kelapa Sawit mulai alami kerusakan, selain itu ditumbihi tanaman liar. Ini akibat dari Tahun 2016 hingga Februari 2018 belum sama sekali digunakan. (alh/ala/dar)