Senin, 12-02-2018 jam, 09:40:18

Viral di Medsos, Dituduh Embat Uang Ratusan Juta

Viral di Medsos, Dituduh Embat Uang Ratusan Juta
Foto Ridho Rusbakti yang diposting oleh HR di Media Sosial Facebook //FACEBOOK HR


Pria asal Lumajang, Jawa Timur ini berlagak sebagai orang yang alim, omongannya tak lepas dari dalil-dalil, kepiawaiannya dalam olah bicara, membuat korbannya terpedaya dan rela menyerahkan uang ratusan juta rupiah.  

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

HR perempuan berhijab asal Jawa Timur , yang berdomisili di Tenggarong, Kalimantan Timur, tak pernah menyangka awal perkenalannya dengan Ridho Rusbakti beberapa bulan lalu berbuah malapetaka. Uang tabungannya hasil bekerja selama bertahun-tahun di luar negeri ludes diembat pria yang selama dikenalnya selalu bicara dengan dalil-dalil agama. 

Bukan hanya HR, suaminya juga terkecoh dengan penampilan Ridho yang sok alim itu, apalagi Ridho mengaku bahwa ia pernah bekerja di salah satu Bank Nasional di Pangkalan Bun dan ia memilih keluar karena tidak sudi makan dari uang riba bank. Bahkan selama bekerja di bank pengakuan Ridho gajinya habis untuk menyantuni orang-orang yang dalam kesusahan.

Dalam setiap komunikasi yang dijalin Ridho selalu menempatkan sebagai sosok yang selalu dalam keadaan kesusahan, bahkan ia juga mengaku pernah menjadi guru SD di Pangkalan Bun dan pascakeluar dari bank ia sempat berjualan keliling. Suatu ketika, tepatnya Juni 2017, Ridho menawarkan kerja sama usaha kepada HR dan suaminya AW, karena mengenal Ridho sebagai pribadi yang islami maka tanpa pikir panjang HR dan AW mengucurkan pinjaman modal awal sebesar Rp80 juta via rekening yang digunakan untuk uang muka membeli toko di Jalan Sukma Aria Ningrat sebesar Rp40 juta dan sisanya untuk modal usaha membuka butik gamis. 

Berjalannya waktu, Ridho selalu meminta tambahan modal kepada HR, yang nilainya bervariatif antara lima juta hingga 10 juta rupiah, bahkan Ridho pernah meminta laptop untuk mempermudahnya dalam menyusun laporan keuangan, laptop itupun dikirim oleh HR dari luar negeri namun belakangan Ridho mengaku bahwa laptop tersebut tidak pernah diterimanya.

HR dan suami mulai kecewa dengan sikap Ridho ketika usaha butik gamis berubah menjadi distro pakaian. Sejak itulah, banyak kejanggalan yang dirasakan termasuk masalah keuangan dan setiap HR atau AW meminta dikirimkan baju, permintaan itu tak pernah sampai dengan berbagai alasan. "Hingga ada laporan dari salah satu karyawannya yang membuka semua kebohongan Ridho kepada saya, sehingga kami tahu bahwa ternyata toko yang dikatakan adalah miliknya hanya mengontrak," papar HR melalui sambungan telepon dari Hongkong, Minggu (11/2).

Ketika ketahuan kedoknya, Ridho sempat menangis dan meminta maaf dan mengaku salah, dan berjanji akan mengembalikan uang dengan jumlah total keseluruhan yang dikirim HR sebesar Rp150 juta pada Januari 2018. Kepada HR, Ridho juga mengaku sakit dan akan dioperasi, bahkan belakangan salah satu perawat di RS swasta di Pangkalan Bun berinisial E, juga tertipu sebesar Rp24 juta.

Namun janji hanya tinggal janji, bukannya membayar Ridho malah kabur dan tidak diketahui Rimbanya. Karena keterbatasan jarak dan komunikasi terputus, dengan berat hati AW suami HR memposting foto Ridho dengan kronologis singkat bahwa mereka ditipu oleh Ridho untuk kerja sama sebesar Rp150 juta di Media Sosial Facebook.

Postingan AW di Facebook ternyata justru membuka kedok Ridho sebenarnya, terungkap Ridho juga melakukan penipuan kredit barang-barang elektronik puluhan juta rupiah. Di antaranya adalah Hp Samsung s8 seharga Rp12 juta dan Note 8 Rp13 juta.Selain itu, di salah satu toko elektronik di Jalan Paku Negara Pangkalan Bun dengan mengambil kredit televisi LED 42 Inci seharga Rp9 juta.

Saat ini Ridho yang merupakan warga Jalan Sukma Aria Ningrat, RT 16, Kelurahan Baru sesuai di KTP menjadi orang yang paling dicari di media sosial. Bahkan ia juga melakukan banyak penipuan sebelumnya di Kotim dan di kampungnya Lumajang. HR, saat ini hanya berharap bahwa pihak berwajib segera menangkap Ridho karena ditakutkan akan ada korban - korban selanjutnya." Kalau mengembalikan ke saya Rp150 juta itu tidak bakalan bisa, jadi biar hukum yang memprosesnya," pungkasnya. (*/ala/dar)