Rabu, 14-02-2018 jam, 06:18:01

Titik Api Terdeteksi ; Pahrul : Lokasinya Sulit Dijangkau

Titik Api Terdeteksi ; Pahrul : Lokasinya Sulit Dijangkau
Petugas BPBD bersiaga di sejumlah lokasi, mengantisipasi, kebakaran lahan meluas. //BPBD FOR KALTENG POS


PANGKALAN BUN-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kotawaringin Barat (Kobar) diduga mulai muncul, kemarin (13/2) Satelit Terra memantau adanya titik hotspot. Titik api terdeteksi di tiga lokasi, dua di antaranya terpantau di wilayah Sebarang kawasan Jalan Pangakalan Bun menuju arah Kecamatan Kotawaringin Lama, serta di Daerah Bungur Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan.Sejauh ini tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman, namun terkenda titik hotspot yang sulit ditemus atau dijangkau oleh petugas di lapangan, lantaran tidak ada akses jalan ke lokasi kebakaran.

Kasi Pencegahan BPBD Kobar, Pahrul Laji mengatakan pihaknya sudah mengecek beberapa lokasi di titik kordinatat hasil pantauan hotspot yang mendeteksi kebakaran lahan tersebut, namun kesulitan karena lokasi yang jauh dan tidak ada akses jalan untuk memadamkan api lantaran TKP masih berupa hutan yang rimbun."Kami sudah cek, berdasarkan satelit ada dua titik api di wilayah seberang, namun lokasinya tidak terjangkau, tidak ada akses jalan," ujar Pahrul, saat dikonfirmasi Kalteng Pos, Selasa (13/2).

Sejauh ini belum diketahui berapa jumlah pasti luasan lahan yang terbakar, namun jika dilihat confidance (tingkat kepercayaan hotspot) dari pantauan satelite, di kawasan Bungur confidence-nya mencapai 60 persen, kemudian di kawasan seberang dua tititk 71 dan 72 persen."Semuanya tidak bisa ditembus akses jalan, ini sedang kita coba cari jalur lain melalui anak sungai menggunakan speedboat," jelasnya.

Pahrul menambahakan, meski demikian pihaknya tetap mengupayakan pemadaman api apupun caranya, mengingat dalam beberapa hari terakhir hasil prakiraan cuaca memprediksi tidak terjadi hujan, dan dikhawatirkan api melebar ke mana-mana"Kalau tidak bisa dijangkau, kita tetap stanby, sambil mencari jalan lain untuk menembusnya, paling tidak membloking kawasan, untuk menghalau api menyeber dan meluas ke lahan yang lain," pungkasnya. (lan/ala/dar)