Rabu, 14-02-2018 jam, 08:19:32

MENYEDIHKAN ! Idap Kanker Payudara Stadium Empat, Mau Berobat Gak Punya Biaya

MENYEDIHKAN ! Idap Kanker Payudara Stadium Empat, Mau Berobat Gak Punya Biaya
Elida (kiri) didampingi suaminya, Anton saat dirawat di RSUD Lamandau. //FOTO : GALIH/KALTENG POS


NANGA BULIK – Sugguh menyedihkan nasib Elida (66) warga RT 2 Desa Beruta Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau ini. Diusia sejanya harus menderita kanker payudara yang menggerogoti tubuh Elida, bahkan sudah stadium empat.

Namun harapannya untuk berobat dengan baik hanya angan-angan saja, sebab ketiadaan biaya membuatnya tidak bisa melakukan pengobatan yang layak. Sehingga selama mengidap kanker hanya terbaring lemah di rumahnya, di RT 2 Desa Beruta Kecamatan Bulik.

Keadaan semakin sulit, dimana suaminya, Anton yang dulu bekerja di perusahaan perkebunan dan harus berhenti bekerja demi menjaga istrinya yang sakit tersebut. Sehingga jangankan untuk biaya berobat, dimana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun kesulitan.

Bahkan, memenuhi kebutuhan hidup dari bantuan tetangga-tetangganya yang merasa iba dan ikut membantu memberi kebutuhan makan maupun minumnya. Elida menderita kanker sudah cukup lama, tapi makin parah dalam 1,5 tahun ini.

Kabar baik akhirnya didapatkan Elida, karena keberadaan warga tidak mampu penderita kanker payudara ini terdeteksi oleh KNPI Lamandau. Sehingga pekan lalu KNPI berhasil membawanya ke RSUD Lamandau untuk dilakukan perawatan. 

Ketua DPD KNPI Lamandau, Gusman mengungkapkan, kondisinya memang sudah sangat parah, dan beliau tidak mampu untuk berobat. Awalnya cuma minta bantu diberikan oksigen, tapi dilihat kondisinya harus dirawat.

“Sehingga kita antarkan ke RSUD Lamandau, agar mendapatkan perawatan yang layak,” ujar Gusman.

Gusman mengakui, untuk membawanya ke RSUD Lamandau cukup sulit, sebab keduanya harus naik kelotok (perahu tradisional) mengarungi sungai Lamandau dari Desa Beruta hingga pelabuhan Batu Bisa Nanga Bulik.

“Baru di antar ke RSUD Lamandau beberapa hari yang lalu dan diharapkan dapat dibantu agar dioperasi,” jelasnya.

Elida di rawat di ruang saal umum dan duduk ditemani suaminya. Tubuhnya sangat kurus, lalu dada sebelah kanannya tampak membusuk berwarna kehitaman. Alat bantu pernafasan masih terpasang di hidung,  dan jarum Infuse di tangan.

“Dulu sudah pernah ambil sampel, memang disuruh operasi.  Tapi tidak ada biaya, jadi cuma pakai obat kampung (herbal) saja,” ungkap Elida.

Selama ini, lanjut Anto untuk mengobati kanker yang menggerogoti tubuh istrinya, karena tidak ada biaya maka hanya minum ramuan bawang dayak. Tapi penyakit diderita istirnya sudah cukup parah, sehingga sudah setahun terakhir ini kondisi tubuhnya semakin menurun.

“Hasil pemeriksaannya saya belum tahu. Bagaimana kelanjutannya juga belum tahu. Apakah akan di rujuk atau tidak. Saya belum memikirkannya, karena cuma bisa pasrah dan berharap istri saya bisa sembuh,” ucap Anton mengakhiri pembicaraan. (alh/dar)