Kamis, 15-02-2018 jam, 05:43:08

Lawan dan Tolak Politik Uang

Lawan dan Tolak Politik Uang
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sukamara menggelar deklarasi damai tolak politik uang dan politisasi SARA, Rabu (14/2) //FOTO ; RID/KALTENG POS

SUKAMARA – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) sudah memasuki tahap masa kampanye. Untuk itu panitia pengawas pemilu (Panwaslu) menggelar deklarasi tolak politik uang dan politisasi SARA. Kegiatan itu dilaksanakan agar masyarakat menolak serangan fajar, artinya menolak money politik,  untuk menciptakan politik yang bersih dan aman. Ketua Panwaslu Sukamara Irwansyah mengatakan, pelaksanakan deklarasi bersama sejumlah unsur  yang terkait dalam pilkada, untuk menciptakan pilkada 2018 yang berintegritas. Jauh dari kecurangan dan bebas dari pengaruh politik uang.

“Terciptanya pilkada yang bersih, serta terhindar dari berbagai kecurangan tentunya menjadi harapan bersama. Karena itu, mari bersama-sama menyatakan lawan dan tolak politik uang, serta politisasi sara di Kabupaten Sukamara,” ucapnya kepada Kalteng Pos usai kegiatan deklarasi tolak politik uang, Rabu (14/2)

Menurut Irwansyah, tantangan demokrasi semakin dinamis dari berbagai pihak, sehingga sangat memungkinkan mempengaruhi kualitas pilkada yang berintegritas secara baik. Sebab itu, komitmen bersama adalah menjadi kunci penting, untuk menciptakan tahapan pilkada yang bebas dari berbagai pengaruh negatif saat kampanye.“Komitmen bersama bertujuan untuk mengajak seluruh komponen, untuk sama-sama mewujudkan pilkada yang bersih dari pengaruh politik uang dan penggunaan sara pada saat kampanye, yang dilaksanakan oleh masing-masing paslon nantinya,” harapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan deklarasi tolak politik uang dan SARA tersebut, bertujuan untuk mengajak masyarkat sekaligus menyampaikan pesan kepada semua pihak partai politik, penyelenggara pemilu, lembaga dan seluruh masyarakat, supaya dapat bersungguh-sungguh memantapkan komitmennya dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

“Mari secara bersama-sama mengawasi pelaksanaan pentahapan pilkada di wilayah ini. Tujuannya, agar terciptanya pilkada yang bersih. Banwaslu juga memiliki komitmen serta tanggung jawab dalam memastikan integritas pilkada, dengan mengajak semua pihak untuk terlibat, termasuk aspek penyelenggara dan yang terlibat langsung untuk berkontribusi dalam pilkada di wilayah ini,” pungkasnya. (rid/aza/dar)