Kamis, 15-02-2018 jam, 06:30:17

Positif Sabu, 20 Remaja Direhabilitas

Positif Sabu, 20 Remaja Direhabilitas
Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Ronny Marthius Nababan (tengah berdiri) saat memantau pemeriksaan 20 orang terduga pengguna narkoba di ruang Poli Jiwa RSUD dr Murjani Sampit, kemarin (14/2). //BAHTIAR/KALTENG POS

SAMPIT-20 remaja yang positif sebagai pengguna sabu akhirnya menjalani rehabilitas bersama di Badan Narkotika Kabupaten (BNK). Puluhan remaja ini akan direhabilitas agar bisa menjauhi barang haram tersebut dan tidak mengonsumsinya lagi. “Untuk kegiatan rehabilitas ini baru pertama kali dilakukan oleh BNK, dan saat ini sekitar 20an orang yang akan direhab,” ucap Bendaraha BNK Kotim Hardelan, Rabu (14/2).

Ia juga menerangkan jika dari 20 orang yang akan direhab tersebut, tergantung dari dokter jiwa yang memeriksa, namun saat ini sebagian akan dirawat jalan dan dari mereka yang telah direhab akan dilakukan pengawasan dan kontrol.Satu persatu dari 20 orang yang akan direhab tersebut dipanggil di ruangan Poli Jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit yang saat itu juga Kasatnarkoba Polres Kotim AKP Ronny Marthius Nababan dan anggotanya juga hadir untuk mengawasi.

Di tempat yang sama Moch. Chairul Waro, Sp. KJ yang saat itu memeriksa 20 orang yang akan direhab tersebut, terlebih dahulu diperiksa, apakah ketergantungan atau hanya pengguna sehingga dilakukan.“Dari 20 orang yang saya nilai ini hanya situasional berapa orang, ketergantungan dan yang membutuhkan rehabilitasi berapa orang hingga dari 20 orang yang diperiksa ini barapa orang yang rawat inap berapa orang,” ucapnya, kemarin.

Ia juga menambahkan ciri-ciri dari orang yang ketergantungan terhadap barang narkoba, apabila tidak menggunakannya maka akan terlihat gelisah, tidak bisa konsentrasi, lemas, tidak bisa tidur, tidak bisa bekerja, mudah emosional marah hingga sampai depresi. “Itu merupakan tanda ketergantungan dan itu harus yang diobati. Dari mereka ini  rata-rata situasional hanya dari yang sudah saya periksa ketemu dua atau tiga orang yang yang ketergantungan,”  pungkasnya. “Untuk kegiatan rehabilitas ini baru pertama kali dilakukan oleh BNK, dan saat ini sekitar 20an orang yang akan direhab,” tambah Bendaraha BNK Kotim Hardelan, Rabu (14/2). (*ais/ala/dar)