Minggu, Tanggal 01-04-2018, jam 04:43:14

Buka Kursus Belajar Kerajinan Gratis

Nisha: “Saya ingin Bantu IRT Punya Penghasilan Sendiri”
Buka Kursus Belajar Kerajinan Gratis
Nisha Dewi sebagai owner (kanan) yang didampingi stafnya Ratna Sari (kiri), menunjukan salah satu hasil kerajinan tangannya, Jum’at (30/3).(RIDUAN/KALTENG POS)

KOTA Cantik rupanya punya segudang perempuan inspiratif. Bukan lagi isapan jempol belaka, kalau hobi itu bisa menghasilkan uang. Salah satu bukti kembali terlihat dari sosok Nisha Dewi (45) ini yang sekarang sudah punya penghasilan dari hobi yang digelutinya.

Perempuan yang lahir 27 November 1972 ini punya hobi yang berbau memantik kreatifitas yakni kerajinan tangan. Tidak pernah minta diajarkan orang lain. Ia pun bisa secara otodidak membuat berbagai kerajinan tangan. Bahkan, saat ini di toko miliknya yang berada di Jalan Rajawali ini ia juga membuka kursus kerajinan tangan gratis.

“Saya ingin membantu Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ingin belajar dan mempunya penghasilan sendiri,” ujarnya ketika dibincangi di toko miliknya yang diberi nama Nisha ini.

Ibu dari tiga orang anak ini mengaku ia ingin melihat IRT bisa meningkatkan perekonomian keluarga. “Saat ini sudah banyak yang pintar membuat kerajinan tangan dan mereka ikut menjual kerajinannya di toko saya ini,” tambah Nisha yang kini sudah memiliki keuntungan Rp 1 Juta perhari dari toko bahan kerajinan tangan.

Untung berada di posisi sekarang, ujar Nisha, ia memerlukan waktu sampai enam tahun lamanya. Dulu dimulai dari berjualan bahan kerajinan dan hasil kerajinan tangan di Bundaran Besar saat Car Free Day (CFD). ”Saya memang hobi membuat kerajinan tangan ini, bahkan sebelum punya suami,” ungkapnya.

Ia menambahkan untuk masalah harga kerajinan yang sudah jadi, seperti boneka rajut dari Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu dan boneka manik-manik dari harga 15 ribu sampai 100 ribu. Untuk kerajinan bunga dari harga Rp 150 ribu sampai jutaan. “Tergantung masalah kerumitan kerajinan yang dibuat,” ungkapnya.

Untuk membuat kerajinan, ia tidak terlalu memerlukan waktu lama. Contohnya, membuat boneka rajut bisa satu hari langsung selesai. “Membuat kerajinan tangan itu tidak sulit, asalkan ada kemauan dan kerja keras, maka membuat segala hal kerajinan itu mudah,” ujarnya memotivasi.

Nisha dibantu oleh dua keponakannya untuk membuat dan berjualan kerajinan di tokonya. Ia juga menceritakan jika sering diundang orang untuk mengisi acara tentang membuat kerajinan. “Saya pernah mengisi acara di Sampit, Pangkalan Bun. Bahkan orang dari Sulawesi sampai datang ke Palangka Raya, untuk belajar membuat kerajinan ini,”tandasnya.(*idu/ila)



BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 21 Apr 18


Kamis, 19-04-2018 : 11:24:23
Cetar Membahana, Begini Cara Lipstik Tahan Lama

LIPSTIK menjadi kewajiban yang selalu dipakai oleh wanita. Warna mencolok seperti merah menjadi andalan wanita untuk tampil lebih sempurna. Namun, mobilitas yang tinggi membuat warna lipstik akan memudar. Utamanya, saat makan atau minum. Terdapat cara yang dapat dilakukan untuk lipstik tetap awet di bibir. Dilansir dari Boldsky, berikut ini cara yang tepat ag ... Read More

Kamis, 19-04-2018 : 11:19:46
Semangat Kartini, WITT ; Perempuan Indonesia Lebih Anggun tanpa Rokok

TAK hanya kaum laki-laki, saat ini tidak sedikit para perempuan yang ikut mengisap rokok secara aktif. Faktor lingkungan dan gaya hidup masih menjadi alasan kuat para perempuan merokok. Melihat kenyataan tersebut, sebuah kampanye yang diprakarsai oleh asosiasi Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) dibuat untuk memberikan penyuluhan kepada perempuan agar terbebas dari rokok.

Read More