Sabtu, Tanggal 14-04-2018, jam 05:46:47
Memulai Sebagai Ketua Baru, NU Diskusi dengan Gubernur Kalteng

Mulai Rakernas Guru Hingga Politik Kalteng

Share
Mulai Rakernas Guru Hingga Politik Kalteng
Ketua Tanfidziah PWNU Kalteng HM Wahyudie F Dirun (empat dari kiri) didampingi pengurus NU dan Banom, ketika bersilaturahmi dengan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran (tengah), Jumat dini hari (13/4). (PWNU FOR KALTENG POS)

Langkah pertama HM Wahyudie F Dirun setelah SK PBNU turun, terkait posisi definitif sebagai Ketua Tanfidziah PWNU Kalteng, langsung mengajak NU dan Badan Otonom alias Banom berdiskusi bersama Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

 

MUSALA rujab gubernur subuh itu tidak seperti biasanya. Sejumlah kiai dan guru-guru agama termasuk pengurus Fatayat, hadir dalam salat subuh berjemaah bersama Gubernur H Sugianto Sabran. “Silaturahmi dengan gubernur memang sudah kami jadwalkan. Alhamdulillah beliau bersedia menerima kami subuh ini, sekaligus salat subuh berjemaah di musala rujab,” kata Ketua PWNU Kalteng HM Wahyudie F Dirun kepada Kalteng Pos.

Tujuan silaturahmi, lanjut Wahyudie, untuk melaporkan kepada gubernur bahwa SK PWNU Kalteng sudah turun. Selain itu, pihaknya juga melaporkan sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan baik oleh pengurus wilayah maupun pengurus badan otonom (Banom) di bawah NU Kalteng.

Kegiatan NU yang akan digelar dalam waktu dekat, antara lain peringatan Harlah NU sekaligus apel seribu banser, Rakernas Persatuan Guru NU (Pergunu) dan kegiatan Fatayat di luar Palangka Raya.

Sebagai bentuk partisipasi warga NU untuk Bumi Tambun Bungai, serta kontribusi warga NU agar pilkada se-Kalteng berjalan aman dan kondusif, NU juga akan melaksanakan istigasah kebangsaan, bermunajat kepada Allah supaya selama pilkada nanti, Kalteng aman dan tenang tanpa gangguan. “Rencananya gubernur untuk istigasah ini, akan bersama Polda dan DAD Kalteng,” kata Wahyudie seraya berharap dalam kegiatan ini NU akan mendatangkan Ketua Thariqah NU Habib Lutfi.

Selain itu, kegiatan besar yang juga akan dilaksanakan NU adalah sebagai tuan rumah Rakernas Pergunu se-Indonesia. Rencananya, Rakernas dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla dan akan dihadiri sejumlah menteri kabinet sebagai pemberi materi untuk pembekalan para guru-guru NU. Menanggapi sejumlah materi yang disampaikan itu, gubernur justru menyinggung politik Kalteng serta keterlibatan NU secara organisasi. Tugas dan tanggung jawab para ulama dan umara adalah menjaga daerah ini supaya tenang dan damai.

Sehubungan rencana istigasah, gubernur menyambut baik. Gubernur memberi saran kepada NU beserta pengurusnya, agar lebih sering turun dan berdiskusi dengan umatnya, sehingga jelang pilkada bisa mendeteksi lebih dini sesuatu yang bisa mengganggu ketenangan di tengah masyarakat. Di akhir diskusi, gubernur mengajak 20-an pengurus NU sarapan bersama, sekaligus menitip pesan dan mohon doa agar Bumi Tambun Bungai Kalteng terpelihara, selalu dalam situasi yang aman dan damai. (*/ce)

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 24 Sep 18


Senin, 24-09-2018 : 06:57:11
Berbeda Warna dan Pilihan, Jangan Lupa Saudara

Bendera start kampanye telah berkibar. Penyelenggara pemilu khususnya KPU dan Bawaslu mulai dipacu. Memelototi seluruh potensi kecurangan dan kerawanan dalam setiap tahapan pemilu. Dengan mengundan ... Read More

Sabtu, 22-09-2018 : 08:24:57
Biaya Operasi Hasil Sumbangan dari Warganet

Anak adalah titipan Tuhan Yang Maha Esa. Setiap orang tua tentu semaksimal mungkin membahagiakan anaknya. Begitu pun soal kesehatan. Seperti yang dilakukan Fitri, ibu dari bayi Misbah yang terl ... Read More

Kamis, 20-09-2018 : 06:27:59
Murid SD Sanggau, Peneliti Cilik Terunggul 2018

Semangat belajar menjadi kunci sukses. Meski tak punya waktu khusus belajar di rumah, Diah Isma Khairani juga tak mau dipaksa belajar. Ia sadar pentingnya belajar. Bahkan di usianya yang masih beli ... Read More

Senin, 17-09-2018 : 09:50:53
Hasil Jukir dan Petugas Kebersihan untuk Beli Kostum

Banyak cara mengais rezeki halal. Ketimbang mencuri dan ditangkap polisi, tentu lebih baik apabila bisa membantu masyarakat. Menjadi badut misalnya. Menghibur diri sambil mengais rezeki.

... Read More