Selasa, Tanggal 17-04-2018, jam 09:58:43

Awas! Pestisida Bisa Mengakibatkan Kemandulan

Awas! Pestisida Bisa Mengakibatkan Kemandulan
Kepala Bidang Keamanan Pangan, Natalia Saptani ketika uji sampel terhadap PSAT dari kebun petani, dengan menggunakan alat penguji di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas, belum lama ini.(DINAS KETAHANAN PANGAN FOR KALTENG POS)

KUALA KAPUAS- Untuk memastikan keamanan pangan itu, secara rutin Dinas Ketahanan Pangan melakukan uji sampel terhadap tanaman hortikultura yang ditanam petani dan pangan yang dijual dipasar. Upaya tersebut, agar masyarakat dapat terhindar dari pestisida yang melebihi batas, yang bisa membahayakan kesehatan, salahsatunya mengakibatkan kemandulan.

“Bahaya residu pestisida bagi kesehatan manusia dalam jangka waktu lama, dapat mengakibatkan kerusakan jaringan genetik, kemandulan dan pembentukan jaringan kanker. Sehingga ini sangat membahayakan, jadi haruslah dihindari,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas, Suriyadi Noor, melalui Kepala Bidang Keamanan Pangan, Natalia Saptani, beberapa waktu lalu.

Dinas Ketahanan Pangan memastikan, Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang dikonsumsi masyarakat aman. Pasalnya, untuk menjaga dan menghindarkan masyarakat dari bahaya pestisida melebihi batas itu, pihaknya terus melakukan pemantauan, dengan melakukan uji sampel. Itu juga sebagai upaya, agar bisa mengetahui, apakah pangan tersebut layak dikonsumsi masyarakat.

“Uji sampel, kami laksanakan secara rutin. Dalam satu bulan, kami lakukan beberapa kali. Terutama, saat ada panen besar, kami lakukan pengecekan,” kata Natalia.

Dia menjelaskan, uji sampel yang dilakukan dalam rangka mendeteksi kandungan residu pestisida pada sayur. Setelah itu, akan ditindaklanjuti dengan uji laboratorium, apakah residunya berada di batas ambang atau tidak.

Dengan dilakukan uji sampel secara rutin, diharapkannya dapat membebaskan Kapuas dengan julukan Tingang Menteng Panunjung Tarung ini, bisa terbebas dari ancaman pestisida yang berada melebihi ambang batas.

“Melihat saat ini perkembangan zat-zat kimia untuk menyuburkan tanaman, maka kecurigaan beredar pestisida yang melebih batas, tentu harus menjadi perhatian dalam melindungi masyarakat,” ucap Natalia. (*kia/aza)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 22 Jul 18


Sabtu, 21-07-2018 : 10:04:48
Calon Kepsek Definitif Telah Diusulkan

PALANGKA RAYA-Hingga saat ini masih ada sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Palangka Raya yang masih dijabat oleh seorang pelaksana tugas (Plt). Akhirnya dalam mengambil kebijakan tidak ... Read More

Sabtu, 21-07-2018 : 09:47:13
KMC Program Pemda untuk Menekan Angka Anak Putus Sekolah

PURUK CAHU- Bupati Murung Raya (Mura), Drs Perdie MA mengatakan, program Kartu Mura Cerdas (KMC) merupakan upaya pemerintah daerah untuk menekan angka anak putus sekolah. Setidakny ... Read More

Sabtu, 21-07-2018 : 09:44:20
Titik Api Mulai Bermunculan

KUALA KAPUAS - Titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini mulai bermunculan dibeberapa wilayah Kalteng, khususnya Kabupaten Kapuas. Tidak ingin musibah silam te ... Read More

Sabtu, 21-07-2018 : 09:13:59
Gelanggang Cabor Porprov Dicek

MUARA TEWEH–Guna kesiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng yang dihelat Oktober 2018 mendatang, sejumlah gelanggang cabang olahraga dicek Bupati Batara, H Nadalsyah, ... Read More