Kamis, Tanggal 17-05-2018, jam 04:53:14
Buntok

Karyawan RSUD Jaraga Sasameh Ikuti IHT

 Karyawan RSUD Jaraga Sasameh Ikuti  IHT
Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok dr Leonardus P Lubis SpOG (tiga dari kiri) memimpin langsung kegiatan In House Training (IHT) di salah satu ruangan pertemuan rumah sakit, kemarin.( HUMAS RSUD JARAGA SASAMEH FOR KALTENG POS)

BUNTOK-Guna meningkatnya pelayanan pada  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh Buntok  2018, karyawan rumah sakit terbesar di daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus  itupun mengikuti  In House Training   (IHT). Kegiatan yang  bersifat  pelatihan bagi para karyawan rumah sakit  itu, dilaksanakan sejak awal Bulan Mei 2018 dengan mengambil tempat pada salah satu ruangan pertemuan rumah sakit.

Kepala Unit Humas RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Noorhalidah SKM saat ditemui Kalteng Pos di ruang kerjanya, Rabu (16/5) pagi, mengatakan, bahwa syarat satu-satunya agar  RSUD Jaraga Sasameh Buntok bisa menjadi rumah sakit  terakreditasi,  terutama menyangkut  pelayanannya maka seluruh karyawannya rumah sakit atau minimal 80 persen karyawannya wajib  mengikuti IHT.

Lebih lanjut, wanita berkerudung itu menjelaskan, dari jumlah 80 persen karyawan yang mengikuti IHT  harus  terpapar empat hal  yang dianggap penting. Hal yang pertama, kata Noorhalidah, yakni tentang Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI). Kedua,  Hak Pasien dan Keluarga (HPK). Ketiga,  komunikasi efektif dan  hal ke empat yaitu manajemen bangsal. 

“Apa yang kita sampaikan dalam kegiatan IHT, semuanya sesuai dengan standar akreditasi. Dan itu namanya Snars  satu yang diberlakukan sejak Januari 2018,” terangnya.

Dalam upaya RSUD Jaraga Sasameh Buntok mengejar status akreditasi Paripurna itu, kata Noorhalidah, diharapkan pula semua karyawan yang ikut IHT mempunyai semangat yang besar, sehingga apa yang ingin dicapai  benar-benar terwujud.

“Pastinya keinginan kita untuk mengejar  status akreditasi tadi bisa menjadi sempurna,” ucap Noorhalidah.

Ditanya siapa saja yang menjadi pembicara atau yang memberikan materi IHT itu? Noorhalidah menuturkan,  selain Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok  dr Leonardus P Lubis SpOG  yang menjadi narasumber, tentunya melibatkan beberapa orang dokter senior maupun karyawan yang sudah lebih dulu mengikuti training dan telah mengantongi sertifikat oleh nara sumber nasional, termasuk ada banyak nara sumber lainnya lagi.

“Yang jelas IHT  dilaksanakan khusus bagi manajemen penunjang sejak  tanggal 2 Mei  hingga 8 Mei 2018. Sedangkan untuk  para medis mulai tanggal 9 hingga 15 Mei 2018,” ujar Noorhalidah yang  termasuk salah satu pembicara pada IHT itu. (ner/s/iha/CTK)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 16 Aug 18


Rabu, 15-08-2018 : 11:23:40
Al Hidayah Bantu Korban Gempa di Lombok

PALANGKA RAYA – DPD Pengajian Al Hidayah Provinsi Kalteng, turut peduli korban gempa di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 19 kardus bantuan yang diberikan untuk ... Read More

Rabu, 15-08-2018 : 11:22:03
Dispora Kalteng Persiapkan Pemuda Anti Narkoba

PALANGKA RAYA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalteng menggelar lomba pidato anti narkoba bagi pemuda se-Kalteng, yang dilaksanakan selama dua hari yakni 14-15 Agust ... Read More

Rabu, 15-08-2018 : 11:20:34
Rayakan HUT RI, Dinsos Kalteng Kunjungi 10 LKS

PALANGKA RAYA - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalteng punya cara berbeda merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia (RI) yakni mengunjungi sepuluh panti asuhan atau ... Read More

Rabu, 15-08-2018 : 11:16:38
Stunting, Ancaman Bagi Bonus Demografi 2030

JAKARTA – Jumlah anak stunting di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Kementerian Komunikasi dan Informatika merilis, anak stunting tidak hanya dialami oleh keluarga yang m ... Read More