Kamis, Tanggal 31-05-2018, jam 10:46:20

Memulai Karier dari Tali Tas Putus

Memulai Karier dari Tali Tas Putus
Bagi Malinda Trisnawati dalam menjalani usaha seseorang harus perbanyak bergaul. (FOTO : DOKUMEN PRIBADI)

BERBAGAI cara dilakukan seseorang untuk mencapai kesuksesan. Namun, ada juga yang mencapai kesuksesannya dari hal yang di luar dugaan. Sukses di dunia usaha merupakan mimpi setiap orang. Malinda Trisnawati termasuk salah satunya. Awalnya, Owner Studiokoe dan Infinitystraps ini memulai karier usahanya dari hal-hal yang kecil. Itu pun berawal dari iseng-iseng.

Perlahan semua akan berkembang. Kemudian ia mendapatkan tawaran untuk menjadi event organiser bersama dengan partner kerjanya. Aktivitas itu sempat berlangsung beberapa lama, tapi sekarang sudah tidak lagi dilanjutkan olehnya.

”Tapi, karena saya memang dari sananya menyukai hal-hal yang tertata rapi dan sejenisnya, makanya sekarang ini saya buka studio foto,” ujarnya saat ditemui di salah satu Mall di Jakarta.

Di samping itu, ibu dari dua bersaudara, yakni Farrell dan Gerrard ini juga memiliki sebuah usaha online shop. Di situ dia berjualan strafe untuk tas supaya bisa lebih berwarna. Nah, memulai usaha itu terbilang cukup unik dan tidak disangka-sangka.

“Itu awalnya dari tas saya yang talinya putus. Karena saya mau jalan, jadi talinya saya gantikan dengan tali apa saja yang ada. Sehingga tas saya jadi belang (beberapa warna). Ternyata banyak yang suka, makanya saya coba usaha itu,” kenangnya.

Hanya saja, setiap usaha itu sudah menjadi rahasia umum jika ada yang ikut-ikutan memproduksi hal yang sama dengan yang diproduksi orang lain. Sehingga, untuk tas jenis itu banyak yang palsu atau bukan dari produsennya.

Termasuk dengan strafe yang diproduksinya. Saat ini sudah banyak yang ikut memproduksinya dengan menggunakan kulit sintetis. Bahkan ada yang menggunakan tali rafia dengan cara dikepang-kepang.

”Jadi usaha itu memang banyak saingannya. Maka dari itu, untuk bisa bertahan, saya tetap konsisten untuk memperhatikan kualitas dari produk barang yang saya jual,” sebut wanita kelahiran Magelang, 4 Agustus 1982 ini.

Pastinya, dalam menjalani usaha itu seseorang harus perbanyak bergaul. Dengan begitu, informasi yang didapatkan dan perluasan informasi usaha yang digeluti bisa didapatkan dari teman-teman serta pelanggan yang sudah menggunakan produk itu.

Menyikapi tantangan dalam berbisnis, ia mengaku dengan cara melakukan kolaborasi dengan brand-brand yang menengah ke atas. Kebetulan harga produknya itu juga lumayan bergengsi, yakni berkisar dari Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

”Alhamdulillah, sudah sekitar tiga tahun saya dapat tetap konsisten dengan usaha saya. Sekarang sudah ada market sendiri. Intinya, banyak yang tetap bertahan menggunakan produk saya, karena mereka mengaku sempat beli di lain tapi tidak sesuai harapan,” pungkasnya.

Lika-liku kehidupan seseorang tidak ada yang tahu. Sama seperti Malinda Trisnawati, mengaku tidak begitu cakap diakademik. Namun, di luar dari dunia pendidikan, ibu dari Farrell dan Gerrard ini mengaku dirinya bisa lebih eksis. Karena dibandingkan dengan belaljar, ia memang lebih banyak bergaul sebagai upaya untuk menambah wawasan dan pengalaman dari luar pendidikan.

”Saya SD dan SMP di Temanggung. Lalu SMA saya di Semarang dan berikutnya lanjut kuliah di Jakarta. Terakhir saya lanjut ke Beijing,” ujarnya.

Jadi, kata dia, waktu di BLCU (Beijing), dia memang jarang masuk kuliah. Di situ, dia lebih banyak komunikasi ke orang-orang cina yang dikenalinya. Tentunya, dari kejadian tersebut ada hikmah yang dapat diambil olehnya.

Menurutnya, seseorang itu tidak perlu pintar, melainkan perbanyak bergaul dengan orang lain. Dengan cara seperti itu, dia yakin setiap orang pasti akan lebih mudah untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan seperi apa yang diharapkan.

”Kalau kamu pintar sekali, bisa jadi kamu kerja sama orang. Tapi kalau kamu banyak bergaul, maka kamu akan buka usaha sendiri dan kamu akan berhasil,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengaku saat di Beijing sempat ditemui oleh seorang produser yang ingin mengajaknya bergabung untuk main film. Namun, tawaran itu ditolaknya dengan berbagai alasan, salah satunya karena dia belum begitu bisa Bahasa Mandarin

”Terus, karena mungkin waktu itu saya masih terlalu polos, saya sempat berpikiran takutnya saya bukan diajak main film, tapi malahan di jual,” akunya.

Meski sudah memiliki karier yang terbilang sudah cukup menjanjikan, ternyata pekerjaan bukanlah segalanya bagi Malinda Trisnawati. Tapi, dalam hidup, keluarga tetap nomor satu. Saat ini, orang tuanya tinggal di Temanggung. Karena sudah berpisah dengan suaminya, jadi ia hanya tinggal bersama dengan dua anaknya di Jakarta. Pastinya, untuk berkarier dari keluarga tetap mendukung atau memberikan suport.

”Saya di sini (Jakarta) tinggal sendiri sejak saya masih SMA. Sampai sekarang saya sudah menjadi tulang punggung keluarga,” ujarnya.

”Pastinya, saya tetap terus berusaha untuk bisa ada waktu buat anak, minimal bisa makan bareng (bersama, Red). Waktu senggang saya prioritaskan untuk anak-anak. Keluarga yang pertama bagi saya,” tambahnya. (indopos)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 24 Jun 18


Kamis, 31-05-2018 : 10:48:39
Cara Memancungkan Hidung yang Salah Kaprah

MEMIJIT, menjepit, atau menyuntik hidung dengan silikon cair kerap dilakukan sebagian perempuan demi mendapatkan tampilan wajah sempurna. Namun ternyata, kegiatan tersebut sangat b ... Read More

Kamis, 31-05-2018 : 10:46:20
Memulai Karier dari Tali Tas Putus

BERBAGAI cara dilakukan seseorang untuk mencapai kesuksesan. Namun, ada juga yang mencapai kesuksesannya dari hal yang di luar dugaan. Sukses di dunia usaha merupakan mimpi setiap ... Read More

Kamis, 31-05-2018 : 10:45:01
Tampil Stylish dan Berani Saat Lebaran dengan Aneka Gamis Berwarna

HARI Raya Idulfitri merupakan momen yang pas untuk menjalin silaturahmi dengan kerabat dan keluarga. Umumnya para perempuan ingin tampil modis dengan  busana lebaran yang styl ... Read More

Sabtu, 19-05-2018 : 10:37:28
9 Cara Jitu Membuat Rumah Tangga Harmonis

MENYATUKAN dua insan berbeda kepribadian dalam ikatan rumah tangga memang tidak mudah. Perlu pemahaman dan pengertian yang maksimal agar tak berakhir dengan perpisahan.

M ... Read More