Senin, Tanggal 11-06-2018, jam 06:12:04
Menengok Aktivitas Febby Pratiwi, Mahasiswi Korban Lakalantas Putus Kaki

Surat Wapres dan Keluarga Menjadi Penyemangat

Surat Wapres dan Keluarga Menjadi Penyemangat
Febby, sudah beraktivitas pascakecelakaan yang menghilangkan kaki kanannya. (Febby for Kalteng Pos)

Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) bisa menimpa siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Febby Pratiwi, mahasiswi korban kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut Km 36, Kecamatan Cempaka Mulia Barat, Kotawaringin Timur, 2017 silam, berdampak sampai sekarang.

 

JAMIL JANUANSYAH, Palangka Raya

 

“SILAKAN MASUK,” sapa Febby Pratiwi kepada penulis. Perlahan, ia keluar dari kamarnya. Untuk berjalan, Febby dibantu sepasang tongkat kruk di ketiak kanan dan kirinya.

Di Jalan Bukit Keminting X Wisma Barito Family Nomor 8, Palangka Raya, Febby menyewa kos bersama keluarganya. Dahulu, mahasiswi Prodi Bahasa Inggris Universitas Palangka Raya (UPR) ini, masih lincah berjalan. Kini, akibat keteledoran pengendara lainnya, membuat Febby mesti kehilangan kaki kanannya.

Memori kelabu itu terpancar jelas dari bola matanya yang kian memerah, saat menceritakan kronologi kecelakaan itu. Tapi, ketegarannya, membuatnya sesekali melontarkan senyuman lirih.

“Saya sudah lupa-lupa ingat. Waktu itu, tahunya pas sadar saja. Awalnya diserempet motor, terus saya jatuh. Pas bangun, baru tahu,” ujarnya ketika dibincangi Kalteng Pos, baru-baru ini.

Sabtu 18 November 2017 lalu, menjadi malam Minggu kelabu. Febby beserta rekan-rekannya menghadiri kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Regional Kalimantan di Sampit, Kotim. Usai kegiatan, Febby yang hadir mewakili UPR sekaligus Kalteng ini, kembali ke Palangka Raya.

Kala itu, ia dibonceng Lily Auliasari. Mereka mengendarai sepeda motor Honda Scoopy KH 3509 YD. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), kejadiaan nahas itu menimpa mereka.

Febby terpental ke kanan jalan. Sebuah truk Crude Palm Oil (CPO) yang melaju dari arah berlawanan pun melindas kaki kanannya hingga putus. Namun, bukannya bertanggung jawab, sopir truk sekaligus pengendara sepeda motor yang menyerempat mereka, kabur.

Beruntung, kala itu nyawa Febby masih terselamatkan. Demikian pula Lily yang hanya mengalami luka lecet.

“Ya, mencoba ikhlas dan merelakan semuanya. Sampai sekarang saya tak tahu juga siapa yang menyerempet. Karena pengendara itu mendahului kami dari sebelah kiri. Harusnya sebelah kanan,” lanjut Febby.

Usai kecelakaan, Febby pun dilarikan ke RSUD dr Murdjani Sampit. Dari rumah sakit di Kota Jelawat ini, Febby dirujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Demi menyelamatkan nyawanya, dokter pun harus mengamputasi kaki kanannya.

“Karena ada keretakan pada tulang paha, maka diamputasi. Dipotong lagi,” katanya seraya menghela napas panjang.

Meskipun kehilangan kaki kanannya, bukan berarti semangatnya mengejar cita-cita turut surut. Jalan meniti masa depan masih terbentang. Ia tetap melanjutkan kuliahnya. Difabel yang dialaminya, menjadi pemicu semangatnya, demi mengejar asa untuk penjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Guru.

“Awalnya sempat malu. Tapi kawan-kawan malah memberi semangat. Mereka bahkan sering membantu naik turun tangga. Soalnya kelas belajar Febby ada di lantai 2,” ucapnya sembari tersenyum.

Tidak hanya di perkuliahan, di tempat ibadah, anak bungsu dari pasangan Herpanus (50) dan Hilunita (50) ini, juga mendapat asupan motivasi dari para jemaat di Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya. Acap kali, ketika beribadah, ia duduk di barisan paling depan. Febby pun ikut aktif dalam Organisasi Orang Muda Katolik.

“Kalau kuliah atau ke gereja, masih diantar oleh kakak, Venti Setiani. Soalnya belum bisa mengendarai sepeda motor sendiri,” tambah Febby.

Lakalantas yang menimpanya, bukan hanya merenggut kaki kanannya. Akan tetapi, juga pekerjaan keluarga. Hilunita, ibunya juga sedang sakit. Sementara, kakaknya terpaksa harus berhenti bekerja di perusahaan tambang.

“Kami tetap mendukung Febby. Untuk sementara, kakaknya juga tinggal di sini. Kalau papahnya lagi di Teweh, Barito Utara. Bekerja di perusahaan kayu,” sebut Hilunita yang saat itu ikut berbincang-bincang di ruangan tamu.

Kini, Febby masih menapaki perjalanannya sebagai seorang cendikia muda. Namun, bukan hanya soal buang air besar (BAB) yang masih jadi persoalannya, untuk bepergian keliling kota, Febby masih urung.

Trauma masa lalu itu masih jadi momok baginya. Semester VI, biasanya agenda Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan menjadi mata kuliah utama. Hanya saja, dilema menghampiri Febby. Ia harus berpikir dua kali jika harus kuliah di luar Kota Palangka Raya.

“Lagi dipikirkan…hehee. Apakah akan mengambil KKN atau nggak. Kalau dalam kota sih mungkin berani. Tapi lihat nanti. Mudahan juga bisa segera pasang kaki palsu,” terangnya.

Sejak dirawat di RSUD dr Doris Sylvanus, Febby mendapat banyak bantuan, baik moril maupun materil. Tidak hanya dari keluarga, rekan, bahkan juga dari aparat kepolisian. Kapolda Kalteng Brigjen Pol Anang Revandoko melalui Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Waluyo, juga sempat menjenguk dan memberikan bantuan kepada Febby.

Semangat dan dukungan keluarga itulah yang membuat Febby terus bertahan. Febby yang merupakan gadis asal Desa Tamparak, Pendang, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, ini pun sehari-harinya aktif menulis. Sejak kecelakaan itu, selain masih aktif dalam organisasi PMI, ia kerap membuat tulisan-tulisan sastra. Kadang kala, ia bagikan tulisannya itu di blog pribadinya.

Tumpukan buku yang tersusun rapi di ruang tamu, sudah dilahapnya habis. Ia memang gemar membaca. Kini, ia semakin gemar menulis. “Suka menulis artikel,” imbuhnya semringah.

Di antara buku-buku itu, juga ada buku PMI. Buku khusus yang diberikan Wakil Presiden RI Ir Jusuf Kalla. Lengkap dengan surat yang ditulis khusus oleh Wapres bagi dara muda anggota PMI ini, beberapa hari setelah ia mengalami kecelakaan. “Bangga, dan bahagia. Dapat perhatian beliau (Wapres, red),” pungkasnya.

Surat dari Wapres, teman dan dukungan keluarga itulah, yang membuatnya tidak putus asa. (*/ce)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 24 Jun 18


Sabtu, 23-06-2018 : 10:50:49
Melihat Potensi Pertanian di Bumi Marunting Batu Aji

Selain masalah infrastruktur dan pariwisata. Sektor pertanian menjadi salah satu fokus yang akan dikembangkan Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) di bawah kepemimpinan Hj Nurhidayah dan A ... Read More

Jum`at, 22-06-2018 : 08:11:00
Tak Ikut Apel tanpa Alasan, Sanksi Menanti

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng siap menindak tegas Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau tenaga kerja kontrak yang tak masuk kerja. Hari pe ... Read More

Kamis, 21-06-2018 : 08:41:19
Penumpang Sepi, Diiringi Gelombang Tinggi

Usai lebaran, masyarakat kembali ke rutinitas harian. Untuk aktivitas penumpang kapal di Pelabuhan Sampit, belum mengalami lonjakan ... Read More

Rabu, 20-06-2018 : 04:38:56
Melihat Arus Mudik-Balik di Pelabuhan Panglima Utar

Sebanyak 17.850 sead disiapkan untuk urus balik angkutan Lebaran, moda transportasi angkutan kapal laut tujuan Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

< ... Read More