Selasa, Tanggal 12-06-2018, jam 02:03:57

Perempuan Berhijab Ini Taklukan Lapangan Balap

Perempuan Berhijab Ini Taklukan Lapangan  Balap
Rajin berlatih tak cukup membuat Indri Pratiwi Suparno memenangkan lomba balap. Harus ada keberanian dan fokus saat mengikuti drag race, itu adalah modal pentingnya.( PROKALTIM)

BERLAPIS baju balap dan bersiap adu kecepatan di arena balap sudah dua tahun ini dirasakan Indri Pratiwi Suparno. Bagi ibu dua anak tersebut, ada kebanggaan dan senang saat bisa menguji adrenalin dengan mengatur stir, gas, dan kopling untuk bisa jadi yang tercepat. Kompetisi drag race jadi pilihan hati perempuan yang akrab disapa Cici itu.

"Dulu sebelum menikah tidak diizinkan orangtua ikut drag race. Alasannya karena saya perempuan dan kurang cocok balap-balapan," ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (25/5).

Cici pun menurut kata orangtua dan berusaha membahagiakan mereka dengan kepatuhan tersebut. Dia pun mengurung keinginan untuk ikut balapan. Padahal, drag race merupakan salah satu olahraga yang cukup mengasyikan. Drag race sama seperti balap mobil atau motor, tetapi dengan lintasan yang lebih pendek. Olahraga tersebut dinilai aman karena menggunakan lintasan pendek yang hanya melibatkan dua kendaraan dalam setiap babaknya.

"Cita-cita saya awalnya memang ingin bahagiakan orangtua saja. Mau jadi apa saat dewasa, intinya saya bisa bahagiakan mereka," tutur Cici.

Orangtua Cici menginginkan dia bisa melanjutkan usaha catering keluarga, makanya dia melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Diploma Perhotelan. Seberkas impian bisa mengikuti kompetisi balap ternyata terjawab kala Cici menikah. Dia menikahi pria yang dulunya merupakan rekan sekolahnya saat berseragam putih-biru.

Kebetulan, suaminya, Harna Rizki Wisesa adalah seorang pebalap slalom yang cukup membanggakan karena prestasinya. Sang suami berlatar keluarga pebalap, dia tak segan mengizinkan, bahkan menawari Cici mencoba balap slalom dengannya.

"Akhirnya saya coba ikut balap slalom dengan suami. Tapi, rupanya slalom jauh lebih rumit daripada drag race,” ungkapnya.

Cici mengatakan, slalom merupakan adu kecepatan melewati lintasan yang diatur menggunakan cone merah dan hijau, serta berpatokan dengan waktu. Saat mencoba balap slalom, Cici tak bernyali besar dan belum memiliki kemampuan mumpuni untuk bisa menekuni slalom. 

"Setahun merasakan drag race, saya putuskan vakum karena hamil anak kedua. Lalu kembali rajin ikut kompetisi drag race pada Maret 2017 lalu," imbuhnya.

Dia tak menyangka bisa berprestasi di bidang tersebut meski baru beberapa kali latihan. Cici memenangkan beberapa kontes – lihat grafis - yang diselenggarakan di dalam kota. "Tak ada latihan, cukup berani mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi," beber Cici.

Sebelum lomba, perempuan 32 tahun ini, selalu mencium dan minta restu dari suaminya. Lantas dia harus memastikan lebih dulu keadaan anak-anaknya dalam kondisi baik. "Harapannya bisa terus berprestasi. Tetap rendah hati dan terus belajar," tutupnya.

Sudah lama Indri Pratiwi Suparno tertarik dengan dunia balap. Namun, dia baru bisa merasakan serunya kegiatan tersebut setelah menikah pada 2012 dengan Harna Rizki Wisesa atau yang akrab disapa Eki, yang merupakan pembalap slalom.

Mengandalkan keberanian dan fokus saat berada di arena balap, perempuan yang akrab disapa Cici itu berhasil menaklukkan tantangan di arena balap. Menurutnya, keberanian dan fokus merupakan hal penting yang perlu diperhatikan supaya bisa mengendalikan mobil dengan selamat. Jika salah satunya tak ada, maka dia tak akan ikut kompetisi meski peluang untuk menang mungkin ada.

"Saya harus fokus dan berani kalau mau lomba. Kalau keraguan datang, saya lebih memilih untuk tidak ikut," terangnya.

Keraguan tersebut bisa datang kapan saja, bahkan ketika sudah siap kompetisi. Tepatnya saat acara Kaltim Drag Night Race pada Sabtu (27/5) lalu di Bandara Temindung, Samarinda. Sebelum pergi ke acara, Cici meninggalkan kedua anaknya di rumah orangtuanya. Dia dan suaminya saja yang berangkat ke arena balap. Menuju tengah malam, Cici dikabari ibunya kalau anak keduanya menangis tak henti dan tak mau tidur.

"Hati saya gusar dan rasanya pengin langsung ke rumah ibu. Tanpa pikir panjang saya jemput dan bawa anak ke acara drag race kemarin," ujarnya.Setelah hati dan pikirannya tenang, Cici pun bisa fokus dan berani untuk adu kecepatan menggunakan Honda Jazz miliknya. "Alhamdulillah dapat juara dua lagi," tambahnya. 

Saat ini Cici bersyukur bisa memiliki keluarga dan sahabat-sahabat dari Nurhasanah Catering Racing Team (NCRT) yang mendukung dia untuk berprestasi di bidang tersebut. Terutama, sang suami yang sehobi dan memiliki passion yang sama dalam adu kecepatan. Dalam keseharian, Cici mengaku bahagia karena bisa menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, pebisnis catering, dan pembalap drag race.

"Walaupun sedikit kesulitan bagi waktu dan fokus untuk semuanya. Apalagi anak-anak. Tetapi dijalani dengan sabar dan tekun saja," terangnya.

Selama masih bisa melakoni hobi drag race, Cici belum berencana pindah hati dari hobinya tersebut. Bahkan kalau bisa, dia ingin berpartisipasi di acara drag race di seluruh Indonesia. (*/day/*/ni/k9)

 


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 24 Jun 18


Sabtu, 23-06-2018 : 11:12:30
Kesepian Ditinggal Pasangan? Coba Atasi dengan Cara Ini

Kesepian setelah kehilangan pasangan biasanya akan merasa jauh lebih baik bila menjadi sukarelawan. Hal itu seperti diungkap dalam penelitian&nb ... Read More

Sabtu, 23-06-2018 : 09:32:37
Hidup Mati Timnas Jerman

Striker  timnas Jerman, Mario Gomez, menilai dua laga sisa timnya di Grup F Piala Dunia 2018 merupakan pertandingan hidup mati.  Yang dimulai laga melawan Swedia Minggu (24/6) di ... Read More

Jum`at, 22-06-2018 : 03:02:36
Universitas Palangka Raya Harus Lebih Maju

PALANGKA RAYA - Universitas Palangka Raya (UPR) tidak lama lagi akan dipimpin  rektor baru periode 2018-2022, tinggal menunggu putaran terakhir yaitu suara menteri. Seperti di ... Read More

Kamis, 21-06-2018 : 11:04:54
Hadapi dan Obati, Hikmah Penting di Balik Sakitnya Patah Hati

PATAH hati tentu menyakitkan. Ada anekdot yang mengatakan lebih baik sakit gigi ketimbang sakit hati. Ketika berpisah dengan pa ... Read More