Rabu, Tanggal 13-06-2018, jam 05:11:02
Putri Mentaya, Bayi yang Lahir saat Mudik Lebaran

Dari Kebun ke Pelabuhan Numpang Mobil Sayur

Dari Kebun ke Pelabuhan Numpang Mobil Sayur
Susi Susilawati menggendong si buah hatinyan saat di Polsek KPM, Senin (11/6). (BAHTIAR/KALTENG POS)

Kebahagiaan dirasakan pasangan Budiman (42) dan Susi Susilawati (29). Pasutri asal Garut, Jawa Barat itu dikaruniai bayi perempuan ketika dalam perjalanan mudik ke kampung halaman.

 

BAHTIAR EDY FAISAL, Sampit

=====================-

MINGGU, pukul 08.00 WIB, suara tangisan bayi terdengar dari bilik persalinan RSUD dr Murdjani. Susi Susilawati melahirkan bayi perempuan. Bersamaan dengan itu, KM Leuser bersiap berlayar meninggalkan Pelabuhan Sampit. Ya, kapal itu rencananya akan ditumpangi pasutri Budiman dan Susi Susilawati untuk pulang ke kampung halamannya, Garut, Jawa Barat.

Antara sedih dan bahagia dirasakan mereka. Sedih tak bisa pulang kampung lebih cepat. Bahagia dikaruniai Tuhan seorang bayi perempuan berbobot 4,1 kg.

Meski hamil tua, hal itu tak diprediksi sebelumnya. Mereka berpikir bayi yang ada di kandungan bisa dilahirkan di tanah Jawa.

“Tidak menyangka, perkiraan bidan 10 hari baru melahirkan. Makanya mau cepat-cepat pulang mau melahirkan di Jawa,” ucap Susi Susilawati.

Awalnya, ibu empat anak ini merasa kandungannya tak ada masalah. Dari kebun sawit tempat suaminya bekerja ke pelabuhan menumpang mobil bermuatan sayur, tidak ada masalah. Begitu juga ketika beristirahat di depan pintu terminal pelabuhan. Namun, ketika suami hendak membeli tiket, tiba-tiba Susi sakit perut.

“Serasa ingin melahirkan. Sakit banget,” ujarnya ketika ditemui Kalteng Pos di rumah sakit.

Sang suami pun kalang kabut. Bingung. Antarabeli tiket atau menolong istrinya. Diputuskan untuk mencari pertolongan ke petugas medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Sejurus kemudian dirujuk ke rumah sakit. Diberi pertolongan. Akhirnya, bayi itu lahir dengan kondisi sehat.

“Bayi saya kasih nama Putri Mentaya. Sebagai tanda bahwa anak saya lahir di sini (Sampit, red),” ujarnya.

Petugas medis KKP, Dani yang turut mengantarnya ke rumah sakit, mengatakan setibanya Susi di rumah sakit sudah pembukaan tiga.

“Dua jam setelah saya antar, melahirkan,” ucapnya.

Keinginan mereka untuk pulang kampung benar-benar kuat. Kuat sekali. Senin (11/6) malam, mereka meninggalkan rumah sakit. Nekat. Uang pas-pasan. Bekal dari kebun Rp3 juta sudah habis. Rp 2,8 juta buat biaya persalinan dan sisanya buat kebutuhan lain.

Budiman, Susi dan dua anak mereka, Sukma dan Putri Mentaya kembali ke pelabuhan. Mereka ingin berangkat naik KM Kelimutu tujuan Semarang. Dirinya tak ingin berlama-lama di rumah sakit. Biaya menjadi pertimbangan. Namun, setiba di pelabuhan, niatnya pulang ke kampung halaman kembali gagal.

Pihak pelabuhan dan kepolisian mengkhawatirkan kondisi bayi yang baru berusia satu hari itu terjadi sesuatu.

“Kami takut terjadi sesuatu ketika dalam perjalanan. Biar diobservasi dulu sampai bayi itu sehat. Kalau sudah (sehat, red) baru kita berangkatkan,” ujar Kapolres Kotim AKBP M Rommel.

Sementara, Budiman, mengaku masalah biaya masih menjadi beban. Belum tahu siapa yang membayar biaya selama di rumah sakit. Hasil ia bekerja satu bulan sudah habis. Untuk THR tidak diberikan dari perusahaan besar sawit tempat ia bekerja.

Tapi, ia sangat senang, anak ke-empatnya bisa lahir selamat. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberi pertolongan. Salah satunya pemilik mobil sayur yang sudah memberi tumpangan gratis untuk sampai ke pelabuhan. (ram)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 24 Jun 18


Sabtu, 23-06-2018 : 10:50:49
Melihat Potensi Pertanian di Bumi Marunting Batu Aji

Selain masalah infrastruktur dan pariwisata. Sektor pertanian menjadi salah satu fokus yang akan dikembangkan Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) di bawah kepemimpinan Hj Nurhidayah dan A ... Read More

Jum`at, 22-06-2018 : 08:11:00
Tak Ikut Apel tanpa Alasan, Sanksi Menanti

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng siap menindak tegas Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau tenaga kerja kontrak yang tak masuk kerja. Hari pe ... Read More

Kamis, 21-06-2018 : 08:41:19
Penumpang Sepi, Diiringi Gelombang Tinggi

Usai lebaran, masyarakat kembali ke rutinitas harian. Untuk aktivitas penumpang kapal di Pelabuhan Sampit, belum mengalami lonjakan ... Read More

Rabu, 20-06-2018 : 04:38:56
Melihat Arus Mudik-Balik di Pelabuhan Panglima Utar

Sebanyak 17.850 sead disiapkan untuk urus balik angkutan Lebaran, moda transportasi angkutan kapal laut tujuan Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

< ... Read More