Kamis, Tanggal 14-06-2018, jam 04:46:17

Atas Dasar Kemanusiaan, Tanpa Tiket Bisa Berangkat

Atas Dasar Kemanusiaan, Tanpa Tiket Bisa Berangkat
Sekitar 1.500-an penumpang berangkat menuju Semarang dengan menggunakan KM Leuser, Rabu (13/6). (AGUS PECE/KALTENG POS)

KM Leuser tujuan Semarang penuh sesak. Sekitar 1.592 tiket ludes terjual, dan penumpang berhasil diberangkatkan dari Pelabuhan Sampit, Rabu (13/6) pukul 10.00 WIB. Jumlah penumpang itu bisa lebih banyak, karena pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) memberikan toleransi kepada penumpang.

“Atas dasar kemanusiaan, penumpang yang tidak bertiket, tetap kami berangkatkan. Itu pun jika masih dalam batas toleransi. Tetapi, KSOP sendiri berkomunikasi dengan pihak kapal. Kapal ini cukup besar kapasitasnya, hingga 1.600 penumpang. Tapi ada batasnya, faktor keamanan dan keselamatan juga dilihat,” ucap Kepala KSOP Pelabuhan Sampit Toto Sukarno, kemarin.

Tidak semua penumpang tak bertiket bisa naik ke kapal. Juga tidak terlalu banyak. Tidak sampai ratusan penumpang. Diseleksi. Terkadang, alasan penumpang yang tak bertiket, mereka tidak bisa membeli secara online di hari- hari sebelumnya. Jadi mereka datang ke pelabuhan untuk mencari tiket. Ada juga penumpang yang ketinggalan kapal sebelumnya.

“Masa kami suruh balik lagi ke tempat kerja? Sudah jauh-jauh ke pelabuhan ingin mudik. Enggak mungkin dong. Mereka juga ingin lebaran di kampung,” sebutnya.

Kapal milik PT Pelni cukup besar kapasitasnya. Bisa mencapai 1.600 penumpang. Begitu juga KM Binaiya yang merupakan kapal terakhir yang berangkat pada 14 Juni, di mana memiliki kapasitas hampir sama.

Sedangkan, pihak PT Pelni menyebut, terkait penambahan penumpang sesuai dengan aturan yang ada, sudah menjadi kewenangan KSOP. Pihaknya hanya memastikan kondisi kapal secara teknis siap atau tidak menampung penumpang tambahan.

“Kami dari Pelni melakukan sesuai dengan aturan yang ada, di luar itu, sudah wewenang KSOP. Mereka (KSOP, red) mengizinkan, ya kami menimbang. Terkait jumlah penumpang, kami lapor ke pusat,” ucap Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Agus S.

Sementara itu, berdasar pantauan Kalteng Pos, ribuan penumpang naik ke KM Leuser dengan tertib. Ada dua buah anak tangga yang disiapkan untuk naik ke atas kapal. Hal itu berjalan maksimal. Penumpang bisa terurai, dan tidak banyak antrean untuk naik ke atas KM Leuser. Pihak kepolisian dan pelabuhan, juga sigap dalam mengatur barisan penumpang agar selalu tertib.

Di sela-sela antrean tersebut, satu penumpang atas nama Siwontina, tiba-tiba pingsan ketika naik ke anak tangga. Sontak, petugas dari pelabuhan dan polisi mengevakuasi yang bersangkutan ke klinik. Perempuan berusia 27 tahun itu mengalami sakit kepala. Kondisi fisiknya juga lemah, lantaran belum sempat sarapan.

Penumpang tujuan Temanggung, Jawa Tengah itu akhirnya bisa diberangkatkan atas persetujuan tim medis. Kondisinya juga sudah mulai pulih, usai mendapat perawatan sekitar 30 menit oleh medis.

“Sebelumnya kepala saya memang sudah pusing. Ini sudah mendingan. Saya belum makan tadi,” ucapnya kepada Kalteng Pos. (ais/ram/ce/abe)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 16 Aug 18


Rabu, 15-08-2018 : 12:31:32
Empat Jam Hilang, Bocah SD Ditemukan di Dasar Sungai

NANGA BULIK-Masyarakat Desa Kujan, Kecamatan Bulik beramai-ramai ke tepi Sungai Lamandau, Selasa (14/8). Bahkan sebagian kecil warga juga menceburkan diri ke sungai, dan beberapa lagi memilih berad ... Read More

Rabu, 15-08-2018 : 10:41:01
Siap Bertanding, Target Satu Medali Emas

Jelang pelaksanaan Asian Games setiap atlet terus mempersiapkan diri. Mulai dari program latihan, asupan gizi dan hiburan. Tak tanggung-tanggung medali emas menjadi target pencapaian. Tak terkecual ... Read More

Rabu, 15-08-2018 : 10:18:00
Saat Ini, Ada Empat Napi Teroris di Kalteng

PENANGKAPAN terduga aksi radikalisme alias terorisme, Lu, mengingatkan pada sangat rentannya warga binaan di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan. Selain Lu, mantan pegawai ... Read More

Rabu, 15-08-2018 : 10:06:57
Mendadak Berubah, Anak dan Istri Mengurung Diri

Mendadak Berubah, Anak dan Istri Mengurung Diri

 

Sementara itu, istri terduga radikalisme, saat ini seperti dikucilkan di lingkunganya. Tampak sekali jika ... Read More