Kamis, Tanggal 14-06-2018, jam 07:04:48

Gubernur Itu Bukan Raja atau Kaisar

Gubernur Itu Bukan Raja atau Kaisar
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran diajak berfoto warga usai menyalurkan bantuan sosial di Istana Isen Mulang, Minggu (10/6).(NIZAR/ KALTENG POS)

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran bersyukur diberikan kenikmatan menjadi kepala daerah periode 2016-2021. Kenikmatan tersebut bukan karena ingin diperlakukan bak raja. Tetapi lebih pada pengabdian kepada masyarakat.

“Dulu saya dicoba dengan ikut pilkada bupati namun ternyata tidak jadi bupati. Lalu bersabar dan kemudian jadi gubernur. Karena bersabar ada hikmah dan kenikmatan yang didapat. Kenikmatan jabatan yang lebih saya dapatkan,” jelas Sugianto Sabran di Istana Isen Mulang, belum lama ini.

Dia menjelaskan, dalam memimpin Kalteng yang dia rasakan bukan kenikmatan bisa memerintah atau meminta pelayanan namun lebih kepada kenikmatan berbagi. Lebih kepada mengatur dan melayani masyarakat Kalteng serta membantu pembangunan di Kalteng.

“Gubernur itu bukan raja atau kaisar atau seolah-olah mengusai Kalteng. Definisi pemerintahan bagi saya mengatur dan melayani masyarakat. Itu kenikmatan luar biasa,” tukas suami Yulistra Ivo Azhari ini.

Dia menjelaskan, kalau melihat pada rumitnya politik, dia enggan masuk ke ranah politik dan maju sebagai kepala daerah. Namun dia lebih melihat bahwa menjadi kepala daerah itu untuk pengabdian.

“Saya tidak akan maju menjadi gubernur kalau melihat rumitnya politik. Lebih baik bekerja di luar pemerintahan dan mendirikan perusahaan. Tidak ada musuh dan tidak ada lawan. Nyaman juga aman. Tetapi Allah berkehendak lain,” jelas dia.

Dikatakannya, bekerja untuk pengabdian dan pemerintahan untuk melayani terus berusaha dilakukan. Salah satunya pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu. Dia sudah memerintahkan agar Rumah Sakit Doris Sylvanus jangan sampai menolak pasien miskin. Harus tetap melayani.

“Saya sudah perintahkan Direktur RSUD Doris Sylvanus, kalau ada masyarakat yang tidak mampu mau masuk RS agar dibantu. Kalau di Doris tidak menerima laporkan kepada gubernur. Sebab pemerintah harus melayani, dan harus dicarikan solusinya untuk masyarakat,” tukas mantan anggota DPR RI ini.(uni/uyi/ctk/jun)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 24 Jun 18


Sabtu, 23-06-2018 : 10:16:00
Identitas Mayat Berlumpur Masih Misterius

SAMPIT-Identitas mayat pria di pinggir Sungai Mentaya masih misterius. Belum jelas siapa sosok mayat yang pada saat ditemukan berlumur lumpur pada Kamis (21/6). Aparat kepolisian d ... Read More

Jum`at, 22-06-2018 : 03:05:26
Jelang Pemilihan, Jangan Saling Hujat

PALANGKA RAYA-Menjelang pemilihan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada Rabu 27 Juni nanti, masyarakat dan tim pemenangan diimbau agar tidak saling menghujat, lantaran perbedaan dukungan ... Read More

Jum`at, 22-06-2018 : 02:59:30
Harga Cabai dan Ayam Sulit Ditekan

PALANGKA RAYA– Satuan tugas (satgas) pangan mengaku sudah bekerja keras menjaga stabilitas harga pangan dan ketersedian pangan di Kalteng. Baik sebelum dan sesudah lebaran.

Meski, p ... Read More

Jum`at, 22-06-2018 : 11:03:52
Riban Lantik Tiga Pejabat Fungsional

PALANGKA RAYA - Hari pertama masuk kerja ada tiga pejabat fungsional dilantik. Padahal, sepuluh hari sebelumnya Wali Kota Palangka Raya Riban Satia telah melantik pejabat eselon II ... Read More