Rabu, Tanggal 11-07-2018, jam 07:29:12

Fakta-fakta Ini yang Membuat Keluarga Yakin Korban King Kobra Masih Hidup

Fakta-fakta Ini yang Membuat Keluarga Yakin Korban King Kobra Masih Hidup
Hingga rabu (11/7), Rizky Ahmad alias Dewa,masih terus menjalani sejumlah rangkaian ritual pengobatan.

PALANGKA RAYA–Keluarga dan tabib menyatakan, mereka merasakan ada denyut jantung dan denyut nadi, pada tubuh Rizky Ahmad alias Dewa, pawang ular berusia 19 tahun yang digigit ular King Kobra peliharaannya.

Saat ini, Dewa masih terus menjalani serangkaian pengobatan spiritual. Sejumlah tabib dari berbagai daerah pun berdatangan mencoba mengobatinya.

Paman korban, Tri Mulyadi mengatakan, serangkaian pengobatan tradisional masih terus dilakukan kepada Dewa. Pihaknya tidak mau memakamkan korban, karena kondisi tubuh yang masih hangat.

“Napas korban bisa terlihat. Jika kita tempelkan kaca di hidungnya, di situ kelihatan embun napasnya (Dewa, red),” terangnya kepada Kalteng Pos, di kediaman Dewa, Jalan Danau Rangas, Selasa (10/7).

Dewa ditidurkan di bawah tenda, dikelilingi kain untuk menutupinya. Kondisinya tidak kaku. Lemas.

Menurut Tri Mulyadi, saat korban dibawa dari rumah sakit ke rumah, kondisi tubuhnya kaku dan keras. Saat mau dimandikan, tubuhnya yang kaku menjadi lemas dan sesekali keluar keringat.

Dari pengamatan Kalteng Pos di tempat penyembuhan Dewa, tampaknya tubuh Dewa tidak ada tanda pembusukan. Wajahnya sangat jelas seperti orang tidur dan masih segar, seperti layaknya orang hidup. Namun, kondisi tangan kanan korban saat ini masih mengalami pembengkakan, akibat dipagut king Kobra yang dibawanya ke Bundaran Besar, Minggu (8/7) lalu.

Keterangan dihimpun dari tabib, pengobatan tradisional sudah dilakukannya secara turun-temurun, dan selalu berhasil jika ditangani secara cepat. Korban yang mengalami gigitan ular king cobra, seharusnya belum boleh masuk rumah. Harus diletakkan di tanah lapang terlebih dahulu. Ular yang menggigitnya harus diletakkan bersama korban, dan dibiarkan mengigitnya lagi untuk mengisap racun dari tubuh.

Dari keterangan salah satu istri tabib, Ida mengatakan, pengobatan tradisional kemungkinan untuk korban sadar dan bangun dalam tiga hari. ”Andaikan Rizki Ahmad ini langsung diberikan penanganan cepat, tidak mungkin keadaannya seperti ini,” bebernya kepada Kalteng Pos.

Pengamatan Kalteng Pos, ular yang menemani Dewa sepanjang malam saat menjalani rangkaian spiritual pembuangan racun, terlihat semakin lemas dan tak terlalu banyak pergerakan.

Sepupu korban, Yahya mengatakan, ular tersebut saat ini sama-sama mengalami sekarat. Diyakininya, memiliki ikatan batin dengan korban. Ketika korban nanti sadar, kata dia, kemungkinan ular tersebut mati.

“Namun, jika masih hidup, ular tersebut akan kami lepaskan ke habitatnya, agar hidup bebas,” terangnya saat ditanya terkait kondisi Dewa.(idu/awa/ais/ami/ce/abe)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 22 Jul 18


Minggu, 22-07-2018 : 09:28:39
Kalteng Dilanda Kekeringan

SELAMA Juli 2018, curah hujan di berbagai daerah di Kalteng sangat minim. Bahkan, beberapa hari terakhir, rata-rata wilayah Kalteng tidak ada turun hujan. Sehingga secara umum, Kalteng mulai mengal ... Read More

Minggu, 22-07-2018 : 09:14:50
Belajar Kesenian di 38 Negara, Indonesia Terkaya

Kecintaan Didik Hadiprayitno atau Didik Nini Thowok terhadap dunia tari, mendorong rasa keingintahuannya terhadap kesenian dari negara lain. Siapa kira, diusianya yang sudah 64 tahun itu, Didik sud ... Read More

Minggu, 22-07-2018 : 09:06:36
Menurut Pengamat Politik, Sosok dan Warna Partai Ini yang akan Mendominasi di Pileg 2019

PALANGKA RAYA-  Pengamat politik Kalteng Jhon Retei Alfrisandi menilai, pileg 2014 akan menghasilkan komposisi caleg yang ada di tingkat provinsi tidak banyak bergeser. Masyarakat Kalteng tren ... Read More

Minggu, 22-07-2018 : 08:49:26
HASIL VERIFIKASI ! BANYAK BAKAL CALON LEGISLATIF BELUM MEMENUHI SYARAT

PALANGKA RAYA-Fenomena pemilihan umum anggota legislatif bakal berubah. Banyak politisi muda alias pendatang baru yang ikut bersaing merebutkan kursi wakil rakyat. Banyak politisi senior juga kemba ... Read More