Jum`at, Tanggal 13-07-2018, jam 09:28:53
Sejarah Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik

1986 Finish ke-8, 2018 Dapat Emas 100 Meter

Share
1986 Finish ke-8, 2018 Dapat Emas 100 Meter
Lalu Muhammad Zohri menjadi manusia tercepat lari 100 meter putra pada Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7) malam waktu setempat. (KALLE PARKKINEN/REUTERS)

Di tengah hirupikuk masyarakat dengan gelaran Piala Dunia 2018 yang sedang berlangsung di Rusia, ternyata ada sosok Lalu Muhammad Zohri yang juga mencuri perhatian dunia. Tapi tidak dari sepak bola. Melainkan dari cabang olahraga atletik. Pemuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengukir sejarah setelah finish terdepan lari 100 meter putra pada Kejuaraan Atletik Dunia U-20 di Finlandia.

-------------------

PADA Rabu (11/7) malam waktu setempat, bendera Merah Putih berkibar di Tampere, Finlandia. Saat itu, sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri membuat sejarah baru untuk Indonesia di mata dunia internasional. Dia berhasil menjadi yang tercepat dalam kejuaraan tersebut. Pelari 18 tahun itu menjadi yang terbaik setelah mencatatkan waktu 10,18 detik. Catatan ini sekaligus menjadi yang tercepat di rekor junior nasional.

Zohri berhasil menaklukkan dua pelari unggulan asal Amerika Serikat yang duduk di posisi runner-up dan ketiga. Mereka adalah Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik. Sementara pelari Afirka Selatan, Thembo Monareng dengan waktu 10.23 detik di peringkat empat.

Situs youtube resmi IAAF, federasi atletik dunia, saat melakukan wawancara, pun menyebut capaian Zohri ini menjadi sejarah bagi Indonesia. Sebab, selama ini di nomor lari 100 meter untuk Kejurdun U-20, Indonesia hanya mampu finish kedelapan pada 1986 silam. "Saya sangat gembira dengan catatan waktu terbaik saya dan rekor junior nasional. Sekarang, saya akan mempersiapkan diri untuk Asian Games bulan depan," kata Lalu saat diwawancara dalam youtube resmi IAAF.

Lalu sebenarnya bukan atlet yang diunggulkan pada nomor bergengsi tersebut. Dia tampil mewakili Asia setelah menang pada Kejuaraan Asia U-20 Juni lalu. Saat itu, pria kelahiran 1 Juli 2000 tersebut hanya mampu mencatat waktu terbaik, 10.27 detik.

Namanya mulai diperhitungkan saat di babak semifinal berhasil menempati urutan kedua di belakang atlet AS, Anthony Schwartz dengan catatan waktu 10.24 atau 0.05 lebih lambat.

Lalu lahir di NTB. Masa kecilnya dihabiskan di Lombok Utara. Dia mengenyam pendidikan di SDN 2 Pemenang Barat, lalu melanjutkan ke SMPN 1 Pemenang. Saat SMP, bakat lari Zohri sudah mulai menonjol. Zohri kemudian diajak mengikuti beberapa kejuaraan dan berhasil merebut prestasi membanggakan.

Zohri juga sosok pria mandiri. Dia sudah ditinggal orang tuanya saat masih belia. Ibunya meninggal saat Zohri masih duduk di bangku SD dan ayahnya menyusul setahun kemudian.

Di pentas nasional, namanya mulai dikenal saat mengikuti Kejurnas U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, April 2017. Dia kemudian dipilih oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) memperkuat timnas di Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya. 

Tampil di nomor 200 meter Johri merebut emas dengan catatan waktu 21.96 detik. Dia juga sempat ikut berlomba di Singapura. Namun dia batal turun karena mengalami cedera.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 23 Sep 18


Sabtu, 22-09-2018 : 10:23:01
Kecewa Tak Penuhi Target

Pebulutangkis Indonesia, Debby Susanto mengaku kecewa berat. Pasalnya, target semifinal di Tiongkok Terbuka 2018 tak tercapai. Ya, di turnamen itu, Debby Susanto yang main di ganda campuran berpasa ... Read More

Sabtu, 22-09-2018 : 02:46:35
Atlet Kalteng Ukir Prestasi di O2SN

PALANGKA RAYA - Kalteng terus mencatatkan prestasi melalui cabang olahraga di tingkat nasional. Baru-baru ini, Magiski Mega Bitharia atau Agis sukses meraih juara 2 Kumite Kelas Pe ... Read More

Sabtu, 22-09-2018 : 02:44:28
Demi Sinergitas, Korem Olahraga Bersama Pers

PALANGKA RAYA  -  Untuk menjalin kerjasama dan sinergitas, Korem 102 Panju Panjung menggelar olahraga bersama insan pers di komplek Lapangan Makorem 102/PP, Jumat (21/9). ... Read More

Jum`at, 21-09-2018 : 03:32:47
Waspadai Keunggulan Postur Lawan

KUALA LUMPUR – Timnas Indonesia U-16 akan segera mengawali perjuangan mereka di Piala Asia U-16/2018. Iran yang akan jadi lawan pertama tim Garuda Asia punya keunggulan postur tubuh. Namun, p ... Read More